Wakil Bupati Memakai Sepatu Buatan Wage

Diposting pada

Kemana mencari sepatu berbahan baku kulit asli langsung dari produsennya? Bagi warga Bandung dan sekitarnya, Cibaduyut menjadi rujukan. Nama desa di Kecamatan Bojongloa Bandung itu sudah lama tersohor sebagai sentra Industri Kecil Menengah (IKM) alas kaki.

“Tapi bila anda warga Purbalingga, cukup datang kemari. Anda bisa mendapat sepatu dan sandal dengan pilihan model yang beragam. Kalau belum puas, anda bisa memesan khusus,” tutur Wage Suratman (35) pemiliki IKM Wage’s Production Senin (11/6).

Warga Jalan Purwandaru RT 4 / RW 4 Desa Bukateja, Purbalingga itu menjamin, semua alas kaki yang diproduksinya 100 persen berbahan kulit. Di tempat usahanya, Desa Bukateja Purbalingga, Wage memproduksi bermacam – macam sepatu, sandal, sabuk dan jaket untuk pria maupun wanita.

Mulai merintis usahanya sejak 2006, Wage sudah kenyang mengalami jatuh bangun selama dua tahun pertama. Semangat keras dan pantang menyerah untuk membangun jaringan bisnis dengan berbagai kalangan, usahanya mulai berkembang sejak empat tahun terakhir.

Dengan bahan baku kulit sapi dan kambing yang didatangkan dari Magetan Jawa Timur, Wage memproduksi dengan merek Tiara, Berly dan Black Tower. Merek Tiara dan Berly diambil dari nama dua anaknya. Harga sepatu yang diproduksinya bervariasi, mulai harga termurah berkisar Rp 70 ribu – Rp 80 ribu (sepatu wanita) hingga Rp 350 ribu (sepatu pria).

Variasi harga tentu tergantung dari model. Sepatu pria berkisar Rp 180 ribu hingga Rp 230 ribu, tapi untuk model tertentu harganya mencapai Rp 350 ribu. Tak hanya sepatu, Wage’s Production juga memproduksi sandal, sabuk dan jaket dengan harga bervariasi. Sandal wanita berkisar Rp 65 ribu hingga Rp 100 ribu, Sandal pria Rp 80 ribu, sabuk Rp 100 ribu dan jaket Rp 80 ribu. Wage juga melayani pesanan jaket seharga Rp 1 juta.

Saat ini, Wage melayani pembelian secara perorangan dengan datang langsung ke tempat usahanya, maupun melayani partai besar. Wage juga terus memperluas jaringan pasarnya, lewat berbagai pameran, baik di Purbalingga, Purwokerto, Semarang, Jakarta dan kota – kota besar lainnya.

Biasanya, menjelang tahun ajaran baru menjadi masa panen bagi Wage. Sejumlah sekolah mulai memesan, khususnya sepatu. Para pemesan partai besar itu, tidak hanya dari wilayah purbalingga saja, tetapi juga dari Purwokerto, Banjarnegara, Tegal dan sejumlah daerah lain di Jawa Tengah.

Bahkan, pemesan dari Jambi dan Kalimantan rutin memesan sepatu bikinan Wage. Jajaran kepolisian pun juga memesan sepatu kepada Wage, diantaranya dari Polres Banyumas, Polres Banjarnegara dan Polres Purbalingga.

Bila pada hari – hari biasa Wage beserta karyawannya mampu memproduksi 900 pasang sepatu perbulannya, setiap memasuki tahun ajaran baru, Wage dan tujuh karyawannya harus ngebut menambah produksi hingga lima kali lipat. Kualitas sepatu bikinan Wage diakui oleh Wakil Bupati Purbalingga, Drs Sukento Ridho Marhaendrianto MM. Sepatu yang dikenakannya juga produksi Wage.

“Harganya tidak mahal, cuma Rp 200 ribu. Tapi saya senang memakainya, karena cocok dan bentuknya manis. Kualitasnya pun tidak kalah dengan sepatu buatan luar negeri,” ujar Sukento.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *