Usaha Kain Tenun Kian Laris Manis

Diposting pada

Kecintaannya terhadap keterampilan, mendorong Marilyn (54) mendirikan garasi tenun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin), Wanda Collection di jalan Sriwibowo IV / 152 Semarang. Usaha ini terus berkembang, meski harga benang terus meningkat.

Sejak tahun 1997, Marilyn merintis usaha itu dengan berbekal 2 meter kain ATBM yang diperoleh dari produksi kain di Pekalongan, milik keponakannya. “Saya memang orangnya ngak bisa diam, karena suka keterampilan, jadi iseng – iseng buat kerajinan, tapi sekarang malah jadi produksi massal”, katanya baru – baru ini.

Produksi ATBM yang diperolehnya itu, dijahit dan diberi anyaman. Hasil produksinya saat ini tercatat 24 jenis. Mulai dari penutup telepon, kulkas, galon dispenser hingga gorden. “Kita tahu bahwa kain ATBM baik secara kualitas, sehingga pesanannya rutin, bahkan dari luar pulau Jawa. Pengiriman tergantung pesanan, tapi umumnya mereka pesan 50 item,” ujarnya.

Pemasaran produk dilakukan melalui media online. Marilyn melakukan registrasi sebuah situs jual beli dan melakukan promosi. “Karena promosinya online, peminatnya juga luas, tidak terbatas satu daerah,” katanya.

Setiap pesanan rata – rata dapat dipenuhi selama 5 har, termasuk pengiriman. Pasalnya tenaga kerja dan bahan baku masih menjadi kendala yang belum terselesaikan. “Produk yang sudah ready stock bisa langsung dikirim. Tapi, yang barangnya tidak ada harus nunggu, karena produksi kainnya juga butuh waktu”, tuturnya.

Berbagi bentuk yang dibuat disediakan dalam beragam motif, seprti sisik, dobi dan pelangi. “Motif yang paling disukai adalah sisik berwarna kuning emas. Untuk yang itu saya kekurangan stock,” ucapnya. Produk Marilyn dibanderol dengan harga cukup terjangkau, mulai Rp. 10.000 hingga Rp. 200.000. “Pendapatan bulanan sekitar Rp. 3 juta hingga Rp. 5 juta,” katanya. [Raka F Pujangga]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *