Tragis, Wanita Hamil Tewas Dijambret

Diposting pada

Seorang ibu muda yang sedang hamil tujuh bulan, tewas akibat aksi penjambretan. Korban juga berstatus mahasiswi Undip. Korban tewas akibat aksi penjambretan itu adalah Natisa Listiani Nasiroh yang akrab dipanggil Tisa (24). Ia menjadi korban penjambretan di Jalan Sultan Agung, tepatnya di depan SMA Don Bosko atau sekitar 300 meter dari Mapolsek Gajahmungkur, Kota Semarang, Rabu (6/6) sekitar pukul 01.30 pagi.


Tisa merupakan mahasiswi jurusan Sastra Inggris, Universitas Diponegoro (Undip) angkatan 2008. Lulusan SMA 5 itu telah bersuami dan saat ajal menjemputnya, Tisa dalam kondisi hamil 7 bulan. Informasi yang dihimpun menyebutkan, dini hari itu, Tisa mengendarai Yamaha Jupiter H 6349 RZ dari Gajahmungkur menuju Jatingaleh. Diperkirakan, Tisa hendak pulang ke Banyumanik.

Di seberang SMA Don Bosko yang relatif gelap, Tisa dipepet dua lelaki pengendara Yamaha Vixion warna merah. Si pembonceng menendang Tisa hingga terjatuh. Saat Tisa tersungkur di aspal, dia ditabrak motor Honda Megapro yang juga dikendarai dua pria. Keempat pria itu diduga menjambret tas Tisa.

Foto korban diambil dari akun twitter @NatisaListiyani

Seorang penjual makanan, Aji Yulianto (24), mengaku melihat kejadian itu dari warungnya yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi kejadian. “Saat itu, pengendara Jupiter (korban) ngebut dan dipepet dari sebelah kanan oleh dua lelaki yang tak memakai helm berboncengan mengendarai Yamaha Vixion warna merah,” ujar Aji.

Menurut Aji, pria pembonceng Yamaha Vixion menarik tas yang disangkutkan di pundak si pengendara Jupiter. Korban berusaha mempertahankan tasnya. Sempat terjadi rebutan tas hingga si pengendara Jupiter jatuh ke aspal dalam kondisi tengkurap.

Setelah merebut tas korban, kedua lelaki pengendara Yamaha Vixion tancap gas ke Jalan Dr Wahidin. Aji dan sejumlah pengunjung warung, segera beranjak untuk menolong korban. “Namun sebelum kami mendekati korban, tiba – tiba muncul dua pria lain yang mengendarai Megapro warna hitam. Mereka menabrak korban kemudian kabur. Saya pun hampir tertabrak Megapro itu,” ujar Aji.

Aji lantas melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Gajahmungkur. Korban yang dalam kondisi bersimbah darah tergeletak ditepi jalan selama sekitar sejam. Sejumlah pengendara yang lewat sempat mengira korban dalam kondisi mabuk minuman keras.

Polisi kemudian membawa jenazah korban ke RS Elisabeth. Sesampainya di rumah sakit, dokter menyatakan korban sudah meninggal dunia. Jenazah korban lalu dipindahkan ke kamar jenazah RSUD Dr Kariadi. Polisi tak menemukan kartu identitas pada korban sehingga jenazah Tisa sempat diberi status jenazah tak dikenal.

Polisi melacak identitas korban dari pelat nomor kendaraan. Namun sepeda motor Jupiter warna hitam kuning itu sempat pindah tangan. Identitas korban baru diketahui sekitar pukul 14.00. Polisi mendatangi rumah korban di Jerukwangi, Bangsri, Kabupaten Jepara.

Semalam, sekitar pukul 19.00, kerabat dan teman – teman kuliah korban datang ke kamar mayat di RSUD Dr Kariadi. Puluhan teman dari kampus Undip tak kuasa menahan tangis saat melihat jenazah korban dimasukkan ke dalam mobil ambulans untuk dibawa ke rumah duka di Jepara.

Kapolsek Gajahmungkur, Kompol Ave Guna Pandia, mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah Tisa merupakan korban penjambretan hingga jatuh dan meninggal dunia ataukah korban kecelakaan lalu lintas. Polisi mengamankan sepeda motor Jupiter milik korban. Kendaraan roda dua itu hanya lecet dan rusak ringan.

Selain Yamaha Jupiter, polisi juga masih menyimpan sebuah helm warna putih dan sendal milik korban. “Kami masih memintai keterangan sejumlah saksi dan masih menyelidiki kasus ini,” kata Pandia.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Agus Maladi Irianto, mengaku sangat berduka atas meninggalnya Natisa. Menurut Agus, Almarhumah adalah sosok mahasiswi yang pandai dan memiliki jiwa kewirausahaan yang tinggi.

“Dia adalah mahasiswi yang ulet. Selain kuliah, ia juga menjalankan usaha. Dia sangat aktif menjalankan usahanya itu dalam beberapa bulan terakhir,” kata Agus saat dihubungi, semalam. FIB, kata Agus akan memberikan santunan kepada keluarga Natisa di Jepara.

Agus minta polisi mengusut tuntas kasus yang menewaskan Tisa. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya atas almarhumah, meski tidak dapat mengembalikan hidup Natisa lagi.

Agus juga mendesak aparat kepolisian untuk meningkatkan keamanan Semarang. Banyak aksi kejahatan yang terjadi di jalan, membuat jalanan memberi ancaman terhadap masyarakat, termasuk para mahasiswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *