Susahnya untuk fokus

Diposting pada

Kekurangan saya sejak dulu yang sangat aku rasakan adalah susah untuk fokus. Kadang saya mengerjakan kerjaan dengan cara pararel. Karena memang kerjaan itu harus selesai sama-sama juga. Selain itu aku sering pindah kerjaan yang lainnya, padahal kerjaan sebelumnya belum selesai 100%. Hal ini mengakibatkan kerjaan yang lama menjadi terabaikan.

Sering saya menemukan arsip dalam tumpukan di atas mejaku yang belum aku selesaikan, padahal kerjaan itu harus saya selesaikan minggu lalu. Makanya saya sering ngecek tumpukan-tumpukan arsip yang ada di mejaku, kalau ngak wah bisa berabe.

Contoh lain dalam kerjaan mayaku (dunia internet maksudku) yaitu ketika aku membuat sebuah blog, dan setelah itu aku tertarik bikin portal. Akhirnya blog ku tidak terurus. Ya begini dech hasilnya, kurang maksimal.

Seharusnya aku bisa fokus kesatu kerjaan dulu, setelah itu baru ngerjain yang lainnya. Kan pikiran tidak terlalu penuh. Sayang kalau memori otak kita terlalu penuh- yang mengefek ke bagian luar, alias rambut jadi rontok.

One thought on “Susahnya untuk fokus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *