Rumah Adalah Jalinan Cerita

Diposting pada

Dalam membangun rumah atau jenis usaha seperti kantor dan bangunan lainnya, merupakan hal wajar bila kita terus mengutak – atik denah yang ada. Mengapa? Karena dalam sebuah eksplorasi desain, terdapat 1.001 cara untuk menghasilkan desain yang baik. Tinggal bagaimana menentukan pilihan yang terbaik untuk kita.

Biasanya kita akan memilih keseimbangan antara fungsi, keindahan, dan biaya. Semua bergantung pada kepentingan atau nilai dari uang yang ada. Untuk ruang tamu, misalnya, karena ruangannya tidak besar, kita dapat dengan leluasa memilih material yang terbaik. Selain itu, sebagai petak awal rumah, ruang tamu haruslah mencerminkan sebuah tempat yang ideal.

Ruang keluarga memiliki nilai yang berbeda. Biasanya ruang ini menjadi yang terluas, terutama pada desain yang modern. Pada desain modern, ruang keluarga biasanya multifungsi dan digabung dengan fungsi lainnya. Semisal, ruang makan dan dapur dapat menyatu dengan ruang keluarga.

Dengan begitu, karena area yang cukup luas, pemilihan material di titik beratkan pada faktor ekonomi. Meski demikian, kualitas harus tetap baik. Untuk ruang kamar, pada umumnya justru kita kembali memanjakan diri dengan faktor keindahan. Sebab, pada akhirnya fungsi rumah tinggal ialah sebagai tempat untuk beristirahat.

Semua pertimbangan itu dapat dengan leluasa kita lakukan pada saat kita berhubungan dengan arsitek di tahap awal penggambaran rumah kita. Tetapi, pada masa pembangunan, seringkali kita berhadapan dengan pertimbangan – pertimbangan yang tidak terpikirkan sebelumnya.

Pertimbangan – pertimbangan tersebut selalu menjadi momok bagi para desainer dan kontraktor. Karena terlepas dari permasalahan yang terkesan sangat sederhana, sebuah rumah yang didesain dengan baik memiliki suatu jalinan cerita yang berkesinambungan. Seorang arsitek dan interior desainer selalu memikirkan sebuah jalinan yang secara tidak langsung saling berhubungan antara bagian luar rumah dan bagian dalamnya. Antara lantai, dinding dan langit – langit.

Selain itu, ada jalinan hubungan warna furniture dengan pencahayaannya. Dengan begitu, seringkali tanpa disadari, satu pergeseran kecil dalam tata ruang dapat berakibat pada berubahnya banyak hal. Hal yang kerap terjadi, karena alasan tertentu misalnya pertimbangan biaya dan waktu, kita hanya fokus pada perubahan seperlunya yang akhirnya dapat mengakibatkan sebuah karya arsitektur tidak sempurna.

Itulah yang menyebabkan banyak desain rumah terkesan tambal sulam, atau tidak mencapai maksud desain yang direncanakan sebelumnya. Memang, pada akhirnya fungsi rumah tersebutlah yang selalu kita prioritaskan. Akan tetapi, tentunya kita selalu mendambakan sebuah rumah yang ideal. Oleh sebab itu, kita harus berhati – hati dalam melakukan perencanaan agar desain benar – benar matang.

Atau, apabila pada akhirnya kita memutuskan untuk melakukan perubahan, sadarilah bahwa sang arsitek dan interior desainer juga harus memikirkan keterkaitan satu elemen dengan elemen lainnya. Itu penting agar rumah kita menjadi sebuah jalinan cerita yang utuh untuk menciptakan sebuah prosesi yang menarik, mulai dari kita masuk ke rumah, bercengkerama dengan keluarga, hingga tidur terlelap di malam hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *