Perjalanan Karir Sang Kapolres Adji Wibowo

Diposting pada

Nazirwan Adji Wibowo resmi menjabat sebagai Kapolres Karanganyar sejak bulan November silam. Pria Berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) itu menggantikan pejabat lama, yakni AKBP Suroso.

Selama memimpin kepolisian Karanganyar, banyak gagasan yang telah ia terapkan. Salah satunya gerakan polisi berhati nurani. Selain itu, Adji pun mewajibkan anggotanya untuk menyematkan PIN anti-KKN di pakaian dinas setiap hari. Ditemui di rumah dinasnya beberapa waktu lalu, lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994 tersebut bercerita banyak, termasuk hal yang melatarbelakangi dirinya menjadi seorang polisi.

Adji lahir dan besar di lingkungan keluarga militer. Itulah yang membuat dirinya terbiasa dengan didikan kedisiplinan dari ayah yang tentara. “Sejak kecil kami sekeluarga mendapat didikan yang cukup keras dari orang tua, terutama ayah. Kami tinggal di asrama militer,” ujarnya mengawali perbincangan. Adji mengaku kerap mendapat hukuman dari ayahnya akibat sering berbuat nakal, layaknya anak sepantarannya. “Saat itu saya suka berkelahi. Apalagi saya ikut olahraga bela diri. Ayah yang mengetahui hal itu langsung menghukum saya,” katanya sambil tertawa.

Pria yang dikenal dekat dengan para wartawan ini menuturkan, selepas dari SMA Negeri 1 Denpasar, ia mendaftar ke Akademi Militer dan dinyatakan diterima. Yang cukup unik, saat ujian tertulis pilihan utamanya adalah Angkatan Udara, sedangkan kepolisian adalah pilihan terakhir. “Awalnya saya tidak suka menjadi polisi. Tetapi pada saat seleksi, ternyata nilai saya unggul di pendidikan kepolisian. Akhirnya saya putuskan mengikuti pendidikan polisi,” terangnya.

Setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun. Adji dilantik menjadi perwira. Ia juga tercatat sebagai peraih ranking tujuh lulusan terbaik di angkatannya. “Karena masuk sepuluh besar, kami diberikan kebebasan untuk memilih tempat tugas. Saya pilih Jawa Timur. Kenapa saya memilih daerah tersebut? Sebab, tantangan di Jawa Timur lebih besar. Tahun 1995 saya pertama kali tugas sebagai Serse di Polres Tuban,” lanjutnya.

Tak berselang lama, Adji dipromosikan menjabat Kasat Serse Polres Lumajang. Pada tahun 1999, Adji ditarik ke Akpol sebagai Komandan Kompi dan Komandan Pleton para taruna. Tiga tahun setelah itu, ia mengikuti pendidikan lanjutan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Jakarta. Selepas dari PTIK ia pun mengikuti pendidikan di Jepang dan Italia, sebelum akhirnya belajar lagi di Sekolah Staff dan Pimpinan Kepolisian (Sespimpol). Karirnya terus menanjak hingga bulan November 2011, suami dari Nur Efrida ini diberi amanat sebagai Kapolres Karanganyar.

“Saya hanya ingin memberikan yang terbaik bagi institusi Polri. Polisi tidaklah seburuk seperti yang diduga selama ini. Tugas kami adalah melindungi dan mengayomi masyarakat,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *