Perhiasan Ditukar Batu Oleh ‘Bos Hotel’

Diposting pada

Seorang ibu rumah tangga, Kusmiatun (78) dan anaknya Yatinah (49) dipreteli perhiasannya oleh tiga orang anggota komplotan yang mengaku sebagai pemilik sebuah hotel bintang lima di kawasan Simpanglima, Jumat (6/4) sekitar pukul 10.00 WIB. Sejumlah perhiasan emas Kusmiatun ditukar dengan sebuah kotak pembungkus arloji yang isinya sebuah batu.

Yatinah menceritakan, penipuan itu terjadi ketika dia dan ibunya sedang beristirahat dan berteduh di dekat Alfamart, di Jalan Pusponjolo, Semarang Barat. “Kami hendak ziarah ke makam karena kebetulan hari ini (kemarin) Jumat Kliwon. Kami yang berjalan kaki kemudian beristirahat dan berteduh sebentar di tepi jalan. Tak lama berselang, tiba – tiba ada sebuah mobil seperti Kijang Berwarna putih berhenti di dekat kami,” ujar warga Jalan Sri Rejeki Selatan 6, RT 01 RW 04, Kalibanteng Kidul, Semarang Barat itu.

Yatinah melanjutkan ceritanya, salah seorang pelaku lantas menghampirinya. Kepada Yatinah, pelaku mengatakan bila hendak memberikan bantuan ke sebuah panti asuhan di Semarang namun panti asuhan tersebut sudah tutup. Pelaku kemudian memberikan sebuah arloji kepada Yatinah.

“Ia (pelaku) bilang, kalau arloji itu nanti dijual kemudian uang hasil penjualan tersebut bisa diberikan kepada anak – anak panti asuhan. Saya dan ibu kemudian diajak masuk ke dalam mobil pelaku,” kata Yatinah, saat ditemui di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang.

Menurutnya, di dalam mobil tersebut ada dua pria lain. Di dalam mobil yang posisinya berhenti di tepi jalan raya, pelaku lantas membakar arloji tersebut untuk membuktikan keaslian jam tangan tersebut.

Selanjutnya, salah seorang pelaku lain mengutarakan niatnya untuk membeli arloji itu dengan harga Rp. 100 juta. Hal itu rupanya membuat Yatinah semakin yakin akan keaslian arloji tersebut. Terlebih pelaku juga mengeluarkan setumpuk uang dolar kemudian diperlihatkan kepada Yatinah.

“Jangan khawatir bu, saya masih punya arloji lain yang akan saya berikan untuk ibu. Namun saya membutuhkan cincin atau perhiasan ibu untuk bukti ke kantor bila saya telah menyerahkan arloji ini. Perhiasan ibu hanya saya pinjam, sejam kemudian bisa diambil di hotel,” ujar Yatinah, menirukan ucapan pelaku.

Iming – iming itupun membuat Yatinah tergiur. Terlebih saat pelaku mengusap punggungnya seraya berkata, “Ibu sudah seperti ibu kandung saya.” Yatinah tanpa berpikir panjang buru – buru mencopoti empat cincin yang dipakai di jari Kusmiatun. Saat itu, Kusmiatun sempat menolak namun akhirnya diberikan juga kepada Yatinah.

Cincin itu kemudian diberikan kepada pelaku. Sebagai gantinya, pelaku memberikan kotak arloji warna hitam kepada Yatinah. Setelah transaksi tukar barang itu selesai, Yatinah dan Kusmiatun turun dari mobil kemudian ketiga pelaku meninggalkan mereka di lokasi kejadian.

Setelah pelaku pergi, Yatinah yang sudah tak sabar ingin melihat arloji itu lantas membuka kotak hitam tersebut. Namun raut muka Yatinah mendadak pucat tatkala melihat isi kotak tersebut hanya sebuah batu.

“Saat itu ibu saya marah – marah dan tidak mau tahu pokoknya saya harus mendapatkan kembali keempat cincinnya. Saya juga tidak habis pikir kok bisa isinya batu. Sebab, sebelumnya saya melihat pria itu memasukkan arloji ke dalam kotak,” tutur Yatinah.

Menurut Yatinah, salah seorang pelaku ciri – ciri wajahnya seperti orang bule dan tampan. Yatinah sempat mendatangi hotel di kawasan simpanglima yang dimaksudkan oleh pelaku. “Tapi saya malah diusir oleh satpam hotel. Saya bingung dan takut karena dimarahi oleh ibu,” ujarnya dengan nada penuh kepanikan.

Hingga petang kemarin, polisi dan Satreskrim Polrestabes Semarang masih menyelidiki kasus dugaan penipuan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *