Pengalaman Wanita Pada Saat Mengalami Kehamilan

Diposting pada

Perempuan merupakan makhluk yang paling istimewa. Menjadi perempuan adalah hal yang patut kita syukuri, termasuk saya. Adalah kodrat perempuan untuk mengalami sesuatu masa yang amat complicated, yaitu hamil. Begitu juga laki – laki. Mereka mengalami masa – masa menuju kedewasaan, yakni khitan.

Kalau boleh jujur, dulu saya membayangkan masa depan dan kehidupan rumah tangga saya kelak. Meski saya termasuk perempuan yang sulit jatuh cinta. Sebagai perempuan, saya sadar betul bahwa suatu hari nanti pasti berumah tangga dan mempunyai keturunan. Itu kodrat perempuan. Tak mungkin kita melewatinya. Kecuali bagi sebagian perempuan yang memang tidak menginginkannya.

Hal yang alami jika kita menginginkan suami yang sempurna dan kehidupan rumah tangga yang bahagia. Namun, terkadang banyak yang tidak seindah khayalan. Kehidupan realita rumah tangga yang penuh liku – liku, baik suka maupun duka, menjadi pelajaran nyata yang tak dapat kita hindari. Bila memang mental kita siap, apapun rintangannya tidak akan menjadi masalah.

Begitu juga kehamilan. Pada awal kehamilan, saya cukup kelelahan. Tak banyak yang bisa saya lakukan. Usia kandungan yang masih empat bulan membuat saya tak bisa bekerja dengan baik. Malah bisa dikatakan malas bekerja. Selama itu pula saya tak bisa makan dengan lahap. Jangankan makan, mencium baunya saja saya muntah – muntah.

Awalnya saya tak menikmati kehamilan ini. Tetapi, begitu masuk semester kedua, barulah saya bisa menikmatinya. Makan sudah tak muntah lagi. Malah semua makanan bisa saya santap. Perhatian dari keluarga juga membuat saya nyaman. Banyak teman dan saudara yang menanyakan, saya mengidam apa saja. Saya hanya menggeleng. Sampai usia kandungan sembilan bulan, tak pernah sekalipun saya merasakan mengidam. Jadi, kalau ditanya rasanya mengidam, saya tidak tahu.

Kehamilan merupakan suatu pendewasaan diri terkait dengan tanggung jawab. Dari sanalah kita tahu seberapa besar dan mampukah kita menjalankan tanggung jawab itu. Tetapi, zaman sekarang ini sungguh sangat ironis. Banyak perempuan yang tidak bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Mereka memandang kehidupan hanya dari sisi materi sehingga kehidupannya kurang bermakna.

Kehamilan yang merupakan kodrat perempuan, patutlah kita syukuri. Dari rahim kita, lahirlah bayi mungil yang merupakan penerus kita. Saat membayangkannya, betapa tidak sabarnya untuk segera menggendongnya. Suatu hal yang menjadi idaman setiap perempuan jika kita mampu menjadi orang tua yang baik bagi anak – anak kita.

Banyak yang bilang, hamil itu menyusahkan. Pendapat tersebut tak sepenuhnya salah. Semua bergantung masing – masing individu. Kalau dibilang menyusahkan, memang. Tapi, dibalik kesusahan itu, ada kegembiraan. Kalau ikhlas menjalankannya, kita tidak akan merasa kesusahan, malah menikmatinya.

Sekarang barulah saya sadar betapa beratnya pengorbanan orang tua saat mengandung kita. Banyak yang mereka rasakan, mulai tidak nafsu makan, muntah – muntah, pinggang sakit dan kaku, badan membengkak, nyeri pada perut, dan masih banyak yang lain. Namun, semua terbayar dengan hadirnya bayi mungil nan lucu.

Sayang, tak banyak perempuan yang mampu melakukannya dengan kesungguhan hati. Sebagian besar hanya melakukannya sebagai suatu keharusan dan jika tidak melakukannya dengan baik akan dimarahi orang – orang terdekatnya.

Kesimpulannya, janganlah merasa takut dengan kehamilan. Apabila tiba waktunya, jalanilah dengan santai dan tanpa beban sehingga kita bisa menikmatinya dengan baik. Jika kita cermat, banyak hal baik yang kita dapatkan ketika hamil. Dari kehamilan, kita bisa belajar bersabar, bertanggung jawab, ikhlas, disiplin terhadap diri sendiri, pendewasaan pikiran, dan masih banyak yang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *