Pelihara Hewan Di Game Virtual Pet

Diposting pada

Ponsel dengan harga jual pasar yang rata – rata di atas satu juta rupiah telah begitu beragam, menarik, dan inovatif. Namun, ponsel kelas menengah ke bawah berharga jual satu juta rupiah atau bahkan dibawahnya memiliki games bawaan yang terkesan itu – itu saja dan membosankan.

Para ‘penggila’ mobile game yang belum dapat menjangkau ponsel yang belum dilengkapi aplikasi beragam, menarik, dan inovatif kini tak perlu cemas. Rifauddin Tsalitsy dan Fauzan Sandy Pradana, mahasiswa Ilmu Komputer Fakultas MIPA Universitas Gadjahmada (UGM) angkatan 2009 ini telah melakukan inovasi dalam dunia mobile game pada ponsel Nokia S40 dengan harga yang tergolong murah.

Melihat adanya fenomena pada ponsel – ponsel dengan harga pasaran yang murah itu menggugah mereka melakukan terobosan. Virtual Pet, nama game yang diberikan pada aplikasi ciptaan mereka. “Awalnya merupakan proyek pelatihan, tetapi saat akan dipasarkan, secara kebetulan ada perlombaan Mobil Game Developer War 2, sehingga kami ikut serta,” terang Rifauddin.

Aplikasi yang awalnya dimaksudkan sebagai karya pelatihan ini akhirnya mengantarkan kedua pemuda yang akrab disapa Uddin dan Fauzan ini menjadi pemenang juara satu dalam kompetisi Mobile Game Developer War 2 pada Februari lalu dan membawa pulang hadiah sebesar 30 juta rupiah. Dengan proses pengerjaan yang hanya membutuhkan waktu satu bulan, menurut survei terakhir, kini Virtual Pet telah mencapai ratusan ribu downloader.

Para downloader dapat memilih jenis hewan yang akan mereka ‘pelihara’. Pada aplikasi ini terdapat dua pilihan jenis hewan, yaitu anjing dan kucing, hewan yang dalam dunia nyata tampak paling banyak diminati sebagai hewan peliharaan.

Cara memainkan game ini sendiri dapat dikatakan sederhana. “Memainkan game ini seperti memelihara hewan. Diberi makan setiap beberapa jam, diarahkan ke kamar mandi saat akan buang air, dan tidur saat waktunya tidur, termasuk tidur siangnya. Pada dasarnya memainkan permainan ini layaknya memelihara hewan secara real atau virtual, hewan akan mati bila tidak terpelihara dengan layak,” jelas Fauzan.

Pada umumnya, game Virtual Pet ini dapat diunduh secara gratis melalui ponsel S40. Mempertimbangkan segi bisnis, kini telah dikembangkan pula aplikasinya yang dikenai biaya untuk dapat mengunduhnya. Dengan demikian, Uddin dan Fauzan serta teman – teman mereka, mahasiwa Ilmu Komputer UGM yang tergabung dalam komunitas Creacle Studio berani bercita – cita mengembangkan Creacle Studio menjadi sebuah Game House.

Selain Virtual Pet, Uddin dan Fauzan bersama rekan – rekan mereka yang lain yang tergabung dalam komunitas itu juga tengah membuat dan mengembangkan aplikasi games lain seperti Mad Fish, Alay The Cat Runner, Save Komo, serta games bertema budaya lokal, yaitu Arjuna Sang Pemanah, Nakula, Sadewa, dan Bima.

Semua games ini termasuk Virtual Pet dapat diakses trailernya di website yang dikelola oleh anggota komunitas Creacle Studio dengan alamat www.creacle.com. Meskipun terus berkarya bersama komunitas bahkan hampir selalu setiap hari berada di studio, nyatanya prestasi akademik Uddin dan Fauzan tidak mengalami kemerosotan.

“Kami belajar di Ilmu Komputer fakultas MIPA yang biasanya pelajarannya berupa teori. Dengan kami mengerjakan ini (membuat aplikasi game) malah justru membantu kami mengimplementasikan teori yang telah kami pelajari dan memperkuat ilmu yang kami peroleh,” terang Fauzan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *