Ongkos Naik Bis Senilai Puluhan Juta

Diposting pada

Tak pernah terbayang dalam benak Bustani Arifin (45), “ongkos” yang dikeluarkan saat akan pulang ke rumahnya di Kampung Segaran, Kelurahan Tambakaji, Ngaliyan, merupakan yang termahal sepanjang hidupnya.

Bagaimana tidak? Ia harus merelakan tas yang berisi uang Rp 25 juta hilang dibawa kawanan pencuri saat perjalanan naik bis dari Pelabuhan Tanjung Emas ke Jalan Pemuda, Senin (17/4) pagi. Selain uang tunai, cek senilai 15 juta, laptop Toshiba dan pakaian di tas ikut lenyap.

Bustani mengisahkan, kejadian bermula ketika ia yang bekerja di sebuah perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Selatan diminta pulang kerabatnya karena ada keperluan mendesak. “Saya berupaya membeli tiket pesawat namun habis. Akhirnya saya menggunakan kapal laut dan turun di Pelabuhan Tanjung Emas,” katanya saat melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang.

Bustani pun melanjutkan perjalanannya menaiki sebuah bis kota yang melintas di depan kawasan pelabuhan. “Saya lupa bis itu jurusan mana dan namanya apa. Yang jelas berwarna kuning. Penumpang saat itu penuh dan sesak. Tak berapa lama saya akhirnya dapat duduk di bangku bagian tengah,” katanya dengan nada sedikit emosi.

Menurutnya, selama di perjalanan, tas berisi uang tersebut didekapnya. Ketika bis melintas di Jalan Pemuda, tepatnya di depan Gedung Pandanaran, Bustani dicolek seorang perempuan seraya memberitahu bila tas miliknya dibawa kabur oleh seorang pria. “Saat dicolek, saya seperti sadar. Padahal saat itu saya yakin saya tidak sedang tidur,” katanya.

Dengan bersusah payah, akhirnya ia berhasil turun dari bis guna mengejar si pelaku. Namun lantaran terdapat beberapa penumpang yang ikut turun, ia kebingungan dan kehilangan jejak pria yang membawa tasnya tersebut. Bustani pun lemas dan hanya bisa bengong di pinggir jalan.

Ia kemudian menelepon anaknya untuk diantarkan ke Mapolrestabes Semarang, setelah sebelumnya menghubungi pihak bank untuk memblokir cek tersebut. “Tak habis pikir kok bisa tas saya diambil tanpa sadar,sepertinya dihipnotis,” ucapnya lemas. Hingga kemarin, kasus ini masih diselidiki jajaran Polrestabes Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *