manAGEmen KEpepeT

Diposting pada

Ha ha ha, loh kok malah ketawa. Anda jangan bertanya apa definisi dari Managemen Kepepet, karena saya bukan dosen yang bisa menerangkan teori dan teori. Jelasnya seperti ini. Disaat kita sedang kepepet (terpaksa) kita bisa melakukan apapun. Tapi hal ini tentunya dalam pengertian yang positif.

3 tahun yang lalu saya masih jadi pekerja honor di PDAM tercinta ini, dengan istri satu dan anak satu saya mendapat gaji Rp.500rb perbulan. Terus terang saja dengan gaji segitu hanya cukup untuk membelikan susu Matahari Kecilku (anakku) selama sebulan. Padahal saya harus bayar sewa gubuk (rumah) bayar air bayar listrik dan makan tentunya.

Karena saya harus bisa bertahan hidup maka muncullah yang namanya Managemen Kepepet itu tadi. Setelah memutar otak (kepala tidak ikut diputar, cukup otaknya aja he he he…) saya mendapat ide untuk jualan jilbab. Dari hasil jualan itu lumayan juga untuk membeli beras dan sayur. Terus untuk kebutuhan lain-lain saya menawarkan jasa membayarkan rekening air dengan sistem antar jemput dengan upah Rp.2rb per rekening. Dari situ kami bisa bertahan hidup. (sudah-sudah jangan sedih kayak gitu… kwk kwk…).

Soal kepepet, Profesor Fisika Indonesia Johannes Surya mengatakan bahwa kita perlu menciptakan kondisi yang disebutnya kritis ini. Menurutnya, kondisi kritis akan membuat dunia di sekitar titik kritis akan mendukung terciptanya keseimbangan baru. Kalau Johannes berbicara dalam konteks fisika, maka kepepet yang mendukung keseimbangan baru ini juga muncul dalam keseharian kita. Banyak tokoh-tokoh besar dunia sukses lantaran pernah berada dalam kondisi kepepet.

Sebut saja Walt Disney. Siapa yang tak kenal tokoh pembuat animasi legendaris yang berhasil menciptakan kerajaan  mimpi anak-anak di berbagai belahan dunia ini. Jika menengok masa kecilnya, Disney hidup dalam kondisi serba kepepet. Kegagalan panen ladang keluarganya memaksa keluarganya berjuang matimatian untuk hidup.

Dalam kepepet itu, Disney remaja mulai merenung untuk memperbaiki kehidupan keluarganya. Dia mulai mengasah insting, pikiran, dan kreatifitasnya. Potensi terpendamnya mulai muncul. Disney pun serius mengembangkan potensi menggambar yang selama ini tak pernah disadarinya. Dia mulai menawarkan gambar-gambar animasinya ke studio film. Setelah beberapa kali ditolak, film animasi pertama berhasil diluncurkan. Sukses ini berlanjut terus hingga akhirnya Disney berhasil membangun jaringan studio besar dan taman hiburan di berbagai belahan dunia hingga kini.

Mungkin ini yang dimaksud Johannes dengan terciptanya keseimbangan baru. Dalam kondisi kritis, lingkungan memaksa kita untuk berpikir lebih dan lebih. Akhirnya, ide-ide kreatif muncul untuk mengatasi kekritisan itu. Karena itu, jika dihadapkan dalam kondisi kepepet, jalan satu-satunya adalah menghadapinya. Bukan dengan sekadar pasrah, berdiam diri, apalagi lepas tangan.

Maaf ini adalah tulisan orang yang sedang kepepet juga, kerana mau nulis apa juga gak tau. Karena kepepet harus rajin posting— terpaksa saya menulis tulisan yang kepepet.. kwk kwk kwk….

Incoming search terms:

Manajemen kepepet (15)

12 thoughts on “manAGEmen KEpepeT

  1. wah..dalam keadaan kepepet pun tulisannya begitu menarik.. bener2.bunda setuju. Kadang2 dalam keadaan kepepet seseorang alah menemukan jalannya.asalkan tidak mudah putus asa ya khan?

  2. yeahhh memang dengan kepepet orang jadi kreatif.. ada pula yang ‘kreatif’nya kelewatan.. yang kaya ngolah makanan basi, bikin sabun, bedak, dll palsu, itu khan akibat dari kepepet

    heheheeheh jadi selain ada management kepepetnya juga mesti ditinjau dengan management hati 😀

  3. Untuk uNieQ, setuju banget tuh. Selain management kepepet kita juga perlu management hati. Kira2 kayak apa ya penjelasannya? Ada yang bisa jelaskan gak ya?

    Untuk All About Samarinda (manggis) dan bundarie, trim ya.

  4. aaah maaaas…sampeyan emang kepepet melulu…
    kepepet ga ada rokok..kepepet gak ada kopi…
    kepepet belum sarapan…ujung-ujung nya minta kopi, minta bikinin mie…

    Tapi memang sy akui anda adalah orang paling kereatif yang saya kenal.. masih ingatkan …manajemen mc giver kita hehehe

    btw..kontraknya gimana? td malah gak sempat dibahas…

  5. He he he….
    Memang paling enak kalau kepepet terus….
    Ah, jangan ngomongin kontrak disini leh…, Jadi malu aku…
    Kita bahas via YM aja ya, OK ?

    Untuk manajemen mc giver, ya begitulah kalau kita kuliah ambil jurusan Teknik Rekayasa, jadi kita harus pandai-pandai merekayasa (maksudnya rekayasa teknik…) bukan rekayasa yang lainnya… hehehe…

  6. 10:10 biasanya klau lagi kepepet, kalau di hadapan internet dan kita lagi kepepet pasti cari solusinya. hadapi masalahnya.

  7. tulisan kepepet ini sangat menarik ,bisa jadi motifasi positif buat pembaca (terutama saya). terimakasih banyak… .wasalam…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *