Kisah Semut Kecil Di Negeri Safari

Diposting pada

Di Negeri Safari hidup berbagai jenis binatang. Ada satu binatang yang merasa minder. Semut minder melihat gajah, tubuhnya sangat besar. Semut pun minder melihat jerapah, tubuhnya sangat tinggi.

Suatu hari turun hujan di Negeri Safari. Gajah dan jerapah kebingungan. Mereka sulit mendapatkan tempat berteduh. Gajah berlindung dibawah pohon, badannya yang besar tidak terlindungi.
Jerapah berlindung dibawah pohon juga. Tetapi, tubuhnya yang tinggi tidak terlindungi pula. Namun semut dengan mudah berlindung dibawah daun.
Akan tetapi hal itu masih tetap membuat semut kurang percaya diri. “Hujanlah yang membuat mereka kehujanan,” katanya. Musim kemarau tiba, Negeri Safari mengalami kekeringan.
Gajah dan jerapah merasa susah. Mereka perlu banyak air untuk minum dan mandi. Semut hanya memerlukan setetes air, itupun sudah lebih dari cukup.
Lama – kelamaan air di Negeri Safari habis. Negeri itu pun kering kerontang. Semut kasihan pada teman – temannya yang kesulitan air kemudian ia masuk kedalam tanah.
Setelah berusaha keras, semut menemukan sumber air. Letaknya di dalam tanah, tak jauh dari permukaan. Penemuan semut itu sangat menggembirakan para binatang. Semua berterima kasih kepada semut.
Semua binatang menggali sumber air itu bersama – sama. Akhirnya mereka gembira karena berhasil mendapatkan air kembali. Semua itu berkat jasa semut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *