Jurus Sakti Agar Naik Gaji

Diposting pada

Beberapa teman yang juga pembaca setia rubrik ini sewaktu bertemu saya bertanya, “Perusahaan mana Bu Lena yang menaikkan gaji dalam setahun sampai tiga kali?,” Saya hanya tersenyum, “Ada deh…” Ternyata ada relasi yang sudah mengetahuinya, dan saya hanya mengangguk membenarkan. Beberapa SMS pembaca menanyakan bagaimana caranya bisa naik gaji kalau kita sudah bisa mencintai pekerjaan. Saya balas, jawaban akan saya jelaskan melalui rubrik ini, yakni:

1. Evaluasi diri: kita perlu mengevaluasi diri sendiri, apakah kita sudah memiliki etos kerja tinggi (disiplin, jujur, tanggung jawab dan lain – lain), sudah melaksanakan pekerjaan sesuai job desc, membuat laporan selalu tepat waktu, tak ada (sedikit sekali) kesalahan ditemukan.

2. Mengubah hobi: meningkatkan diri, mengembangkan kompetensi dengan mengubah hobi dari main games menjadi membaca buku – buku yang bermanfaat. Misalnya manajemen diri, managerial skill, leadership, dan sebagainya. Juga mengembangkan kreativitas dengan menyampaikan usulan dan saran. Mencermati tugas – tugas unit / divisi lain dan berusaha memiliki kemampuan tersebut (multiskilling).

3. Membina hubungan: bina hubungan secara horisontal dan vertikal. Mengenali kebijakan tim manajemen. Mengetahui bagaimana harus bersikap terhadap atasan – bawahan – rekan, mampu mendelegasikan tugas dan kerja dalam tim, bukan orang yang menjadi sorotan karena sikap yang negatif.

4. Mengadakan ‘riset’ (berusaha mengetahui situasi perusahaan) bagaimana kebiasaan dan kebijakan manajemen dalam hal kenaikan gaji. Apakah rutin setiap tahun atau hanya kepada yang berprestasi, atau karena pertimbangan situasi ekonomi apabila gaji sudah tidak sesuai dengan harga kebutuhan hidup, atau menunggu adanya kebijakan pemerintah misalnya kenaikan UMP. Mengetahui kondisi perusahaan apakah dalam situasi keuangan yang baik.

5. Mengetahui apakah ada perubahan kebijakan bila ada manajemen yang baru. Selanjutnya tak lupa mencari info dengan membandingkan perusahaan lain yang setara dan sejenis.

6. Bila semua faktor tadi sudah terpenuhi, maka sah – sah saja apabila kita memberanikan diri untuk menghadap kepada bos. Tapi harus diingat, sebaiknya tidak to the point, dengan timing yang tepat, saat si bos ‘langit sedang cerah’ menyampaikan gagasan – gagasan kemungkinan adanya rotasi – mutasi – promosi, kesiapan menerima tugas baru atau tambahan tugas baru. Dengan kata lain, kata – kata yang kita sampaikan tak melulu bicara tentang uang. Bos yang bijak akan mampu menangkap apa yang tersirat. Begitulah pendapat para pakar.

Pembaca pasti bertanya.. Lha kalau si bos tidak tanggap atau tidak tahu atau tidak mau tahu atau pura – pura tidak tahu? Jalan buntu menuju kenaikan gaji.. Menurut saya, apabila sudah mentok, maka sah – sah saja kita ‘terbang’ ke perusahaan lain dengan catatan lebih nyaman dan lebih oke segalanya. Nah gimana pembaca?? Kalau ndak setuju, ndak boleh demo lho.. hohoho.. Atau pembaca ada yang ingin menambah saran dalam hal Jurus Sakti Agar Naik Gaji?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *