Indahnya Bisnis Merangkai Bunga

Diposting pada

Seni merangkai bunga terus berkembang, para pelaku usaha ini terus berupaya memanfaatkan daya tarik yang melekat pada bunga untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat. Mulai dari hiasan, dekorasi, hingga ucapan.

Seperti halnya dilakukan Budi Santoso, pemilik Rosenda Florist, yang memulai usaha merangkai bunga sejak 1995 silam. Saat itu, istrinya yang pandai merangkai bunga membuat dalam partai kecil. Pelanggan yang puas dengan hasil karangan bunga ini terus bertambah seiring meningkatnya usia usaha tersebut.

“Dulu karangan bunga ini dijual hanya kepada teman. Ternyata banyak yang suka. Lantas usaha ini bisa terus berlanjut hingga sekarang,” katanya. Dia mengaku, kondisi usaha sudah semakin lancar karena tak perlu lagi repot mencari pelanggan. Setelah dibukanya situs www.rosendaflorist.com, konsumen tak hanya datang dari semarang.

“Anak saya yang punya ide untuk membuat website itu. Pelanggan terus berdatangan, dari Jakarta, Surabaya dan sejumlah kota lain,” ucapnya.

Budi mengatakan, ada beragam jenis karangan bunga untuk hiasan dan karangan bunga papan untuk ucapan suka atau duka cita. Untuk karangan bunga hiasan, dibanderol mulai Rp. 200 ribu sampai Rp. 1 juta perbuah.

“Karangan bunga hiasan yang dipesan, bisa menggunakan bunga asli atau artificial. Sedangkan potnya terbuat dari keramik yang kini modelnya terdapat sekitar 10 jenis,” katanya.

Penghasilan terbesar usaha ini diperoleh dari penjualan karangan bunga papan. Karangan bunga itu umumnya dipesan untuk mengucapkan belasungkawa atau ucapan selamat.

“Penghasilan dari karangan bunga hiasan, hanya sekitar 10 persen. Perbulan, kami bisa mendapat pesanan sekitar 250 buah dengan harga sekitar Rp. 300 ribu,” ujarnya.

Dengan banyaknya pesanan itu, omzet yang diperoleh minimal sekitar Rp. 75 juta per bulan. Pasalnya, kebutuhan atas bunga karangan tak pernah padam. “Rata – ratanya anggap saja begitu. Untuk karangan bunga ini paling mahal Rp. 1 juta perbuah, tapi kadang ada saja pelanggan yang minta lebih.

Biasanya, karangan dicampur antara bunga asli dan palsu,” ujar pria yang mengaku menyelesaikan satu buah karangan bunga papan, selama 20 menit.

Dalam memenuhi permintaan pelanggan, dirinya terus menjaga kualitas mutu produk. Semua pesanan pun diusahakan dapat dipenuhi sesuai dengan batas waktunya. Pelayanan yang baik kepada konsumen itulah yang membuat usaha ini terus berjalan sampai sekarang, didukung dengan kerja keras.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.