Bayi Cantik Malang, Dibuang Di Tepi Rel Sepur

Diposting pada

Masyarakat di Dusun Kasiran, Kelurahan Mlipak, Wonosobo, Kamis (3/4) pagi kemarin geger. Ditemukan bayi merah di dekat bekas rel sepur tepatnya dibawah pohon pisang tepi sawah. Saat ditemukan bayi dalam kondisi hidup, hanya dibalut selembar kain berwarna hitam, sebagian tubuhnya sudah dikerubung semut.

Lokasi penemuan bayi berada di dekat bekas rel sepur. Tepatnya dibawah pohon pisang antara rel sepur dan sawah masuk Dusun Kasiran RT 03 RW 8. Lokasi itu berjarak sekitar 10 meter dari jalan raya Kasiran – Pacarmulyo. Kali pertama bayi diketahui sekitar pukul 06.45 WIB oleh seorang pembajak sawah yang tengah melintas membawa kerbaunya diatas jembatan bekas rel sepur. Tiba – tiba pembajak tersebut mendengar tangisan bayi berasal dari rimbun rumput dibawah pohon pisang.

“Saya sedang berangkat menuju sawah, tiba – tiba dengar suara bayi menangis. Kemudian saya cari, saya temukan dibawah pohon pisang,” aku Jemu (45), pembajak sawah yang menemukan bayi. Setelah menemukan bayi, Jemu mengaku langsung melaporkan kepada ketua RT setempat bernama Hadi Sucipto. Setelah itu, bersama warga lain, bayi diambil dari bawah pisang.

Bayi ditemukan dalam kondisi hidup, hanya mengenakan celana warna hitam serta dibalut kain warna hitam. Sebagian badan bayi masih merah, usus pusar juga belum dipotong. “Saat diambil bayi sudah dirubung semut, karena masih berlumuran darah,” ujar Painten (40) warga setempat yang kemudian memandikan bayi tersebut. Setelah bayi dibersihkan, Hadi Sucipto ketua RT setempat langsung menelepon pihak kepolisian. Setelah itu, bayi dilarikan ke RSUD Setjonegoro Wonosobo untuk mendapatkan perawatan

Rona Rahman (19) warga dusun Kasiran menjelaskan, sebelum Jemu menemukan bayi malang itu, sekitar pukul 06.30 WIB, usai mengantar adiknya berangkat sekolah, dia melihat dua pelajar mengenakan seragam SMA tengah berjalan keluar dari rimbun pohon pisang. Saat itu dia sempat curiga, karena kedua pelajar laki – laki dan perempuan tersebut bukan warga setempat.

“Saya sempat curiga, tapi kemudian saya mikir paling anak SMA sedang pacaran mau berangkat sekolah, kemudian saya langsung pulang ke rumah,” katanya. Namun, kata Rona, selang seperempat jam dia mendengar tetangganya geger dengan penemuan bayi dari lokasi dua pelajar yang sebelumnya dia lihat. “Kedua pelajar itu pakai sepeda motor matik jenis mio warna merah yang diparkir di tepi sawah,” katanya.

Rona membeberkan, dua pelajar yang ia lihat berjenis kelamin laki – laki dan perempuan. Diperkirakan pelajar SMA, untuk pelajar putri mengenakan rok panjang warna biru tua, sedangkan baju atas berwarna biru muda (biru telur bebek) serta mengenakan kerudung. Untuk pelajar pria juga mengenakan celana warna biru tua, bagian atas mengenakan jaket warna hitam.

“Saya tidak sempat mengenali almamater kedua pelajar itu, yang jelas pakai seragam komplit. Boncengan motor mio merah,” katanya. Humas RSUD Setjonegoro Wonosobo, Tri Utami mengatakan, bayi saat ini dirawat di kamar Parinatologi dalam kondisi sehat. Bayi berjenis kelamin perempuan berparas cantik itu memiliki bobot 2,6 kilogram, panjang 46 centimeter.

Oleh pihaknya dirawat secara intensif, bayi malang tersebut sudah diberi nama Naurel (anak ditemukan di dekat rel) untuk memudahkan perawatan. Meski belum jelas identitas bayi tersebut, sejumlah warga sudah tertarik untuk mengadopsi bayi cantik itu. Tercatat hingga kemarin siang sudah ada 5 pasangan suami istri yang mendaftar berniat mengadopsi bayi tak bertuan tersebut. “Untuk yang berniat mengadopsi, kami silahkan untuk mendaftar. Namun nanti harus melalui prosedur karena menyangkut pemenuhan hak masa depan anak,” katanya.

Terpisah, Kapolres Wonosobo, Ajun Komisaris Besar Adi Wibowo melalui Kasubag Humas Ajun Komisaris Widayanto menjelaskan, pihaknya sudah menerima laporan penemuan bayi malang itu. Serta tengah menyelidiki siapa pembuang bayi tersebut. Dari keterangan sejumlah saksi, diduga pembuang bayi berusia sekitar 16 – 17 tahun. “Kita sudah gali keterangan sejumlah saksi, kita akan selidiki apakah benar pelakunya seorang pelajar,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *