Aset vs Liabilitas

Diposting pada

Aset, mungkin yang akan saya tulis disini lain dari pengertian orang kebanyakan. Kalau kita bilang aset pasti arahnya ke investasi. Kalau saya tanya kepada Anda, “Rumah Anda itu Aset atau Liabilitas?”. Kalau Anda menjawab Aset berarti jawaban Anda bisa benar bisa juga salah. “Loh kok bisa ?” tanya Anda.

Kenapa saya yang menjawab, Rumah Anda itu bisa berupa Aset, bisa juga Liabilitas. Tergantung rumah Anda, apakah rumah Anda tempati sendiri atau Anda kontrakkan. Kalau Anda tempati sendiri dan setiap bulannya Anda harus mengeluarkan uang untuk perawatan, maka rumah Anda itu berupa Liabilitas. Karena dari rumah Anda, anda tidak mendapat pemasukan bahkan mengeluarkan biaya.

Dan jika rumah Anda –  anda kontrakkan dan setiap bulannya Anda menerima uang dari hasil kontrakan tadi, maka rumah Anda bisa Anda sebut itu sebagai Aset.

Intinya kalau barang yang Anda beli dan menghasilkan uang yang masuk ke kantong Anda, maka Anda bisa menyebut itu sebuah Aset. Dan jika sebaliknya maka itu namanya Liabilitas.

Contoh lainnya adalah, Apabila Anda beli motor dan motor tersebut Anda gunakan untuk Nojek, maka motor Anda itu pantas Anda sebut sebagai Aset. Begitu sebaliknya. Jika Anda beli Mobil dan Anda pakai sendiri, itu namanya Liabilitas.

Sekarang pertanyaan saya, “Kalau Anda sekarang sedang membaca blog saya ini, waktu Anda itu berupa Aset atau Liabilitas?” Gimana ? silahkan posting komentar Anda di bawah ini.

Incoming search terms:

liabilitas (306),pengertian liabilitas (54),arti liabilitas (47),aset dan liabilitas (46),pengertian aset dan liabilitas (29),perbedaan aset dan liabilitas (28),contoh liabilitas (25),Definisi liabilitas (24),aset liabilitas (18),yhs-newnet (15)

15 thoughts on “Aset vs Liabilitas

  1. waktu yang saya miliki masih berupa liabilitas,,bagaimana ya caranya mengubah waktu yang saya miiliki ini berubah menjadi aset.
    sebagai mahasiswa kira2 aset apa yang bisa saya bangun?
    terima aksih

  2. to: vindra

    sebenernya untuk memiliki aset itu bisa dikatakan, mudah-mudah susah.

    Untuk tahap awal mungkin kita tidak perlu membeli aset, tapi cukup merubah barang yang sudah kita miliki menjadi suatu aset.

    Contohnya: kalau kita punya sepeda motor, kalau cuma kita pakai sendiri maka motor tersebut berupa liabilitas, tetapi kalau kita sewakan untuk ojek misalnya– maka motor tersebut fungsinya berubah menjadi aset (karena bisa menghasilkan uang).

    Semoga bisa membantu.

  3. tergantung niatnya, kalo buka blog anda untuk mencari dan menambah pengetahuan, itu merupakan aset tapi kalo iseng-iseng ya itu namanya orang yang rugi.
    .
    .
    .

    betul mas… tergantung bagaimana kita niatnya

  4. Waktu saya adalah Aset.
    karena anda telah memberikan masukan yang saya cari,

    Thanks 🙂

    Betul bos. Kita harus pandai2 mengatur waktu kita====>makasih kunjungannya

  5. Kalo menurut saya (sesuai batasan pengetahuan saya), segala hal yang memiliki NILAI dan berguna bagi kehidupan seseorang merupakan aset. Ada dua teori yang saling bertentangan tentang Aset dan Lilabilitas ini, yaitu antara teori akuntansi/perpajakan dengan teori pemisahan antara aset dan lilabilitas yang berkaitan dengan cash flow atau arus mengalrnya dana tunai/cash yang digulirkan oleh Robert.T Kyosaki. Berkaitan dengan pertanyaan admin blog ini, maka jika setelah selesai membaca blog ini saya bisa mengalirkan uang masuk/menghasilakan uang: waktu saya adalah aset. Tapi jika sebaliknya, maka waktu yang telah saya gunakan untuk membaca blog ini adalah merupakan lilabilitas. Gimana Oom?

    Betul sekali pendapat anda. Kayaknya Anda lebih ahli dibidang ini dari pada saya. Dan saya akan banyak belajar dari teman2, termasuk Anda

  6. kalau sekarang sih masih liabilitas tapi gak tau deh untuk masa yang barang kali jauh akan datang kayaknya menjadi aset, saya yakin ilmu yang saya dapat dari blog mas bisa mendapatkan keuntungan bagi saya pada masa yang akan datang,.

    Semoga cepat menjadi aset

  7. Seperti penjelasan anda, yang di sebut aset adalah yang dapat menghasilkan dan memasukkan uang ke kantong kita. Maka daripada itu, saya mengatakan bahwa waktu saya untuk membaca blog ini adalah ASET, oleh karena saya menambah/memasukkan pengetahuan ke kantong abstrak saya. Yg saya maksud kantong abstrak adalah otak saya, tetapi kalau tidak ada apapun yang saya dapat dari membaca blog ini, mungkin waktu saya itu bisa di bilang adalah liabilitas.

    Betul sekali bos

  8. Tank banget materinya jadi nambah ilmu tuk saya bila info lai tentang liabilita tolong dibantuin ya bagi saya blog ini adalan aset karna jadi pemasukan buat saya bravo

  9. Wah kalo mnrt ane sih, tergantung timingnya boss. kalo aset instant, maka msih liabilitas, kalo jangka panjang, menjadi aset riil.coz kadang dr liabilitas bs mnjadi aset seiring waktu berjalan. tp tergantung planing dan goal qt msing2 jg sih…..

  10. ngomong aset dan liabilitas…
    dalam neraca akuntansi,,pasangan aset ya liabilitas…
    atau, total aset = total liabilitas

    klo contoihnya rumah kontrakan kaya diatas berarti..

    Aset Liabilitas

    Rumah xxx beban sewa rumah xxx

    nilainya sama… rumah akan tetap jadi aset,, beban sewanya yang jadi liabilitas…

    mksh.. 🙂

  11. ngomong aset dan liabilitas…
    dalam neraca akuntansi,,pasangan aset ya liabilitas…
    atau, total aset = total liabilitas
    klo contoihnya rumah kontrakan kaya diatas berarti..
    Aset Liabilitas
    Rumah (aset) beban sewa rumah (liabilitas)
    nilainya sama… rumah akan tetap jadi aset,, beban sewanya yang jadi liabilitas…
    mksh..

  12. Infonya bermanfaat terima kasih,
    Tetapi bila kontrakan/kos-kosan sering rusak bukankah kita juga sering mengeluarkan biaya untuk perbaikan? Bukankah itu disebut liabilitas?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *