Aplikasi Bagi Tunanetra Via Blindsquare & Lookaround

Diposting pada

Blindsquare
Kini siapa saja semakin mudah mencapai lokasi manapun yang ingin dituju. Tak terkecuali penyandang tunanetra. Perkembangan teknologi memang sudah seharusnya bermanfaat untuk semua orang, tak terkecuali yang memiliki keterbatasan fisik.

Bayangkan, jika itu tidak dilakukan, puluhan juta penyandang tunanetra tidak punya kesempatan memanfaatkan teknologi yang mereka perlukan saat hendak bepergian. Kini kita semua bisa bergembira. Berkat Foursquare, saat ini lebih dari 20 juta orang di seluruh dunia bisa dengan mudah bepergian. Teknologi Foursquare memanfaatkan jejaring sosial yang mengintegrasikan geotag, lokasi, Twitter dan Facebook menjadi satu.

Jutaan pengguna pun berhasil menciptakan beragam detail destinasi di berbagai wilayah di dunia. Hal itulah yang akhirnya menjadi inspirasi tersendiri dan terciptalah aplikasi baru yang dinamakan Blindsquare. Bukan sembarang aplikasi, Blindsquare bisa membantu penyandang tunanetra untuk beraktivitas lebih mudah, leluasa dan mandiri.

Aplikasi ini menggunakan dua juta data check-in dari para pengguna aplikasi Foursquare di seluruh dunia. Data – data yang diunggah itu pun mampu membantu para penyandang tunanetra berjalan kaki menjelajahi jalanan kota – kota besar. Itu juga membantu mereka saat memanfaatkan transportasi publik.

Kemanapun menavigasi tersebut didapat dari data integrasi Foursquare dan teknologi native suara dari Apple. Penggabungan tersebut pada akhirnya menciptakan teknologi virtual lokasi peta lewat suara. Setelah diaktifkan, aplikasi ini otomatis membaca alamat, nama jalan, berbagai wilayah, atau lokasi yang ada di sekitar pengguna berada.

Penunjuk arah tersedia berdasarkan permintaan. “Pada dasarnya aplikasi ini berbicara dan menggambarkan apa yang ada di sekitar anda. Jika anda ingin pergi ke suatu tempat, aplikasi ini bisa memandumu,” ungkap IIkka Pirttimaa, kreator aplikasi Blindsquare. Saat bepergian dengan bus, misal, penyandang tunanetra biasanya tidak tahu akan berhenti dimana.

Namun dengan aplikasi itu, mereka bisa mendengar sekeliling mereka bahkan persimpangan jalan saat bus melewati atau berbelok. Aplikasi yang tersedia di Apple Itunes Store ini seharga US$ 14,99 (sekitar Rp 135 ribu). Teknologi ini bisa mengubah teks menjadi perkataan dengan device yang berbeda, tergantung pengembangan yang dilakukan developer.

Konsep aplikasi Blindsquare dan proses pembuatannya memakan waktu enam bulan. Pirttimaa mencampurkan teknologi GPS, sumber data lokasi dari para pengguna Foursquare, dan teknologi visual augmented reality dengan audio.

“Jika mereka (tunanetra) berada di wilayah yang mereka tidak tahu, Blindsquare akan membantu mereka dengan ‘melukiskan’ sebuah peta informasi jalan, persimpangan dan berbagai pelayanan di sekitar mereka,” jelasnya. Blindsquare dirancang mampu menggambarkan peta informasi jalanan bahkan fasilitas di sekitar mereka.

Terdapat pula berbagai kategori informasi lokasi tambahan meliputi seni, hiburan, kampus, makanan (restoran), kawasan outdoor, perumahan, pusat perbelanjaan, hingga travel. Blindsquare akan melaporkan restoran dan kafe terfavorit. Aplikasi ini telah diujicoba kepada beberapa penyandang tunanetra di Finlandia, Amerika Serikat, dan Australia.

Lookaround
Aplikasi petunjuk arah bagi penyandang tunanetra, yang diberi nama Lookaround, juga dikembangkan oleh Google. Lookaround merupakan aplikasi yang dirancang khusus. Aplikasi seharga US$5 (sekitar Rp 45 ribu) ini bekerja dengan memberitahu pengguna point of interest (PoI) atau lokasi terdekat ditempat mereka berada. Caranya dengan menggoyang smartphone yang sedang digenggamnya.

Penggunaan Lookaround banyak memanfaatkan gerak tubuh. Untuk mendengarkan fungsi dari tiap ‘tombol’ seperti ‘Lookaround’, ‘Nearest Cross Street’, atau ‘Nearest 5 Points of Interest’, cukup sentuhkan jari di salah satu menu yang berada di bagian tengah layar. Setelah itu, smartphone akan menyampaikan kegunaan tiap tombol yang bisa diaktifkan dengan menahan tombol yang ingin dipilih. Ketika pengguna yang berpindah tempat ingin mendapatkan informasi keberadannya, smartphone digetarkan lagi.

Jika internet berjalan dengan maksimal, atau tempat pengguna berada dalam cakupan GPS, ia akan mendapatkan informasi bangunan yang ada di sekitar, seberang jalan atau lokasi terdekat seperti rumah makan, toko dan sejenisnya.

Peta Indonesia juga sudah bisa diakses dengan baik oleh Lookaround. Diluar dari urusan koneksi atau jangkauan GPS yang kurang baik, aplikasi yang dikembangkan Point the Way ini sudah cukup memuaskan penggunanya.

“Aplikasi ini adalah favorit saya karena membuat perjalanan penyandang tunanetra menjadi lebih mudah,” ucap salah satu pengguna, seperti dilansir dalam situs play.google.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *