sedekah investasi akhirat
Investasi Untuk Akhirat

”Siapa Memberi, Dia Akan Mendapatkan!”

Diposting pada
Membantu (dengan cara memberikan edukasi tentang bisnis, kehidupan, pengembangan diri, dlsbnya) dan membuat Anda kaya-sukses-bahagia, adalah salah satu tujuan utama Saya. Karena Saya sudah mengerti, bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang Saya inginkan, maka Saya harus “memberi” terlebih dahulu.Andapun demikian.

“Tapi, Noto, bagaimana Saya bisa ‘memberi’, sementara Saya sendiri masih kekurangan?”

“Bagaimana seseorang mampu memberi, sebelum seseorang itu mendapatkan sesuatu untuk diberi?”
  
Ya…, Anda benar, pada tahapan tertentu, hal tersebut memang tidak masuk akal. Dan dengan menggunakan logika umum; hal tersebut adalah mustahil!Namun pada tingkatan ‘yang lebih tinggi’ (meta-level), justru hal yang sebaliknyalah yang terjadi!
Coba Anda renungkan sebentar kenyataan berikut ;Bukankah orang-orang yang memiliki banyak teman, biasanya adalah orang2 yang sangat bersahabat? Bukankah orang2 yang dicintai banyak orang, biasanya adalah orang2 yang paling banyak memberikan cintanya kepada orang lain?
Anda mengerti maksud Saya, Saudaraku?
Anda harus mengkombinasikan “rasa percaya” dan “tindakan”, untuk dapat menerapkan hal ini dalam kehidupan Anda.
Walaupun dengan sedikit keraguan, bersikap memberi akan membukakan dimensi spiritual dalam proses penciptaan kekayaan.
Berikan waktu Anda, persetujuan Anda, senyum Anda, nasihat Anda, kebijaksaan Anda, pujian Anda, rasa humor Anda, bakat Anda, perhatian Anda, semangat Anda, cinta
(jangan diartikan secara berlebihan yaa..! hehehehe…!) Anda, dlsbnya. Semua hal tersebut akan kembali ke diri Anda secara berkelimpahan!Dimensi spiritual akan meluas, berlipat-ganda, dan memberikan nilai tambah pada apapun yang telah Anda berikan.
Dengan semakin banyak memberi,Anda akan semakin mengerti bahwa alam semesta ini berlimpah dengan banyak hal yang dapat Anda bagikan kepada orang lain.
Dengan memberi, sekecil apapun,Anda telah masuk kedalam Dimensi Spiritual  yang akan melipat gandakan diri kita, pemikiran kita, serta melipat-gandakan hasilnya.
Bayangkan keberlimpahan itu seperti luasnya samudra di alam ini. Anda dapat menyentuh atau bahkan masuk kedalamnya. Lautan keberlimpahan tersebut tidak perduli dengan apa Anda masuk atau mengambil airnya; apakah dengan sendok, ember, atau mesin traktor khusus. Semuanya terserah Anda.

Jadi, Saudaraku, jangan persempit pikiran Anda dengan mengartikan bahwa “memberi” hanya berlaku untuk “benda”, “uang”, dlsbnya. Anda dapat memulainya dengan memberikan apa yang sudah Anda miliki saat ini.

Mari mulai memberi dan berbagi, Saudaraku.
Mari mulai memberi dan berbagi, Saudaraku.

7 thoughts on “”Siapa Memberi, Dia Akan Mendapatkan!”

  1. sebelumnya sori sam.point ke 2 aku dapatkan dari hasil tanya kepada teman-temanku yang notabene sudah lebih lama tinggal di Malang jadi bila hal itu ternyata mengganjal di hati sam aku minta maaf dan untuk itu aku lebih spesifikkan lagi daerahnya menjadi kepanjen.

  2. Betul juga mas, kalau kita mau memberi InsyaAllah kita akan juga mendapatkan.
    Tapi ada beberapa kasus, kita sudah memberi si A dan ternyata kita tidak mendapatkan atau si A tersebut tidak mau memberi kepada kita. Nah itu gimana mas?

  3. Untuk mas Ahmad, makasih telah singgah di blog saya.

    Ok, jadi begini mas. Menurut saya, kalau kita sudah memberi kepada si A jangan sampai kita mengharap pemberian si A tersebut. Mungkin kita akan dibalas tidak melalui si A, mungkin kita dapat balasan dari si B, si C atau mungkin kita mendapatkan dari Si A si B dan si C.

    Walaupun toh kita tidak mendapat pemberian dari makluk, kita masih mendapat pahala yang akan kita nikmati nanti di akhirat.

  4. Setuju, saya pun kebetulan berprinsip sama. Sewaktu memberi (apapun, berupa apa saja) saya usahakan untuk tidak berharap yang sebaliknya dari orang yang saya beri. Saya katakan usahakan lho ya, karena kadang sifat manusia yang lupa kadang membawa saya ke sebaliknya.

    Untuk membantu saya memberi dengan ikhlas, saya berpegang bahwa apapun yang saya miliki adalah milik Allah. Tiada hak sedkitpun bagi saya untuk menghalangi kehendak Allah.

    Maaf ya mas, saya bukan ahli agama.

    Salam kenal, deden™

  5. Alangkah indahnya hidup ini kalau kita bisa saling memberi, begitu ya Pak Deden?

    Kalau mampu (materi) ya kita berikan materi,
    Kalau gak punya materi, ya kita sumbangkan tenaga kita,
    Kalau gak bisa juga, ya mungkin dengan pikiran kita,
    Kalau gak bisa juga, ya mungkin dengan do’a,
    Kalau gak bisa berdo’a ya… Belajar dulu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *