Tips Menjawab 8 Pertanyaan Sulit saat Wawancara Kerja

Diposting pada

DuniaQ Duniamu

Wawancara kerja merupakan momen dimana Anda akan dinilai dan dikenal secara singkat oleh perekrut dari perusahaan. Dari proses perekrutan, wawancara merupakan salah satu tahapan paling krusial untuk menentukan apakah Anda layak diterima bekerja atau tidak. Banyak pertanyaan yang menjadi ‘kunci’ saat wawancara, dan biasanya sulit untuk dijawab. Pertanyaan seperti apa saja dan bagaimana kiat menjawabnya?
1. Aktivitas selama menganggur?

Sebaiknya Anda memang memiliki aktivitas untuk mengisi kekosongan setelah lulus kuliah atau selama mencari pekerjaan baru. Jawablah dengan daftar kegiatan Anda yang positif, karena pewawancara akan memaklumi bahwa mencari pekerjaan tidaklah mudah dan menghargai usaha Anda untuk tetap sibuk selama menganggur.

2. Masalah terakhir yang Anda selesaikan?

Pertanyaan kreatif ini bertujuan mengenali kemampuan Anda dalam menghadapi dan menyelesaikan sebuah masalah. Dengan mengingat masalah apa yang Anda temui di pekerjaan sebelumnya dan bagaimana cara menyelesaikannya, pewawancara bisa membayangkan seperti apa karakter profesional Anda.

3. Kekurangan/kelemahan diri Anda?

“Orang yang tidak bisa menjawab pertanyaan ini justru terlihat aneh dan mengkhawatirkan,” ujar Jim Link, direktur manajer perusahaan sumber daya Randstad seperti dilansir Forbes. Tidak ada yang salah dengan menyebutkan kelemahan diri, namun buatlah kelemahan tersebut sebagai sesuatu yang positif.

4. Risiko terbesar yang pernah Anda ambil?

“Beberapa posisi membutuhkan kemampuan untuk bangkit kembali dengan cepat saat mengalami kegagalan,” ujar Dale Austin, direktur pelayanan karir di Hope College, Michigan. Hal ini penting bagi pewawancara untuk melihat seberapa beranikah diri Anda untuk menempuh sebuah jalan yang baru untuk sukses atau mengatasi kegagalan.

5. Kritik yang pernah didapat & bagaimana menghadapinya?

Biasanya, pewawancara akan menanyakan hal ini dengan meminta Anda untuk bercerita. Pertanyaan ini dimaksudkan untuk mengetahui kritik yang pernah menempel pada diri Anda dan upaya apa saja yang telah dilakukan untuk memperbaikinya. Ceritakan secara jujur, namun tunjukkan bagaimana Anda menghadapi kritikan tersebut dan menjadikannya ‘pecutan’ untuk lebih baik lagi.

6. Bagaimana menghadapi tim kerja yang tidak sejalan?

Lynne Sarikas, direktur pengembangan karir di Universitas Bisnis Northeastern, menjelaskan bahwa pertanyaan ini harus dijawab dengan seberapa fleksibel karakter Anda menghadapi tim kerja yang selalu berbeda pendapat. Saat pewawancara memahami apa yang terjadi dengan tim kerja sebelumnya, ia juga akan membayangkan pengalaman seperti apa yang telah Anda dapat dari ‘ketidakcocokan ide’ tersebut.

7. Ceritakan tentang diri Anda

Kebanyakan orang akan mengulang apa yang telah dituliskan di CV, tapi bukan itu yang ingin didengar pewawancara. Jana Fallon, ahli rekrut pegawai mengatakan, “Jawab dengan singkat sekitar satu sampai dua menit. Ceritakan tentang pendidikan, pengalaman kerja dan fokus di aktivitas pekerjaan terakhir. Tetap di jalur profesional, jangan sampai melewatkan poin-poin plus diri Anda.”

8. Kenapa kami harus merekrut Anda?

Pertanyaan yang paling sering diajukan, namun paling tidak siap dijawab oleh tiap pelamar. Pelajarilah posisi yang Anda lamar, dan apa kelebihan diri Anda yang bisa ditawarkan. Perekrut juga ingin tahu keahlian dan pengetahuan yang Anda miliki terkait dengan posisi yang ditawarkan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *