Tinggalkan Jabatan Direktur, Buka Toko Online

Diposting pada

Kalau tidak menerima tantangan suami tercinta, mungkin saat ini Veronica masih menjabat direktur pengembangan bisnis di sebuah universitas asal Amerika Serikat yang membuka cabang di Indonesia. Dia pun akan sibuk mengikuti serangkaian jadwal pelatihan di ‘Negeri Paman Sam’.

Perempuan kelahiran 1981 ini telah merintis karier tersebut dari nol sampai menjadi seorang direktur. Namun, garis hidup Vero, begitu dia akrab disapa. berkata lain. Karier yang dibangun susah payah itu sengaja ia lepas. la lebih memilih membuka portal bisnis shopping online. “Menjalani hidup sebagai pebisnis sebelumnya tidak ada dalam benak saya.”

Dua bulan pertama setelah resmi mengundurkan diri. Vero mengaku stres berat. Berat badannya sampai turun 8 kilo. “Saya sendiri juga heran mengapa akhirnya melepaskan jabatan direktur yang baru saya dapatkan.” kata Vero saat ditemui di Tangerang. Vero terus berpikir apakah pilihannya sudah tepat, seraya membandingkan jabatan dan gaji pekerjaan terdahulunya.

Tak ingin berlama-lama stres. Vero mengikhlaskan pekerjaannya dan mencoba fokus menjalani binisnya. “Asalkan serius pasti bisa berkembang.” demikian pikirnya. Maka, dibuatlah situs Xikat.com untuk membantu orang membuat toko online (daring) secara gratis. Di situs itu dia pun mempunyai toko online yang menjual dompet murah, Dompetmurah.com.

“Setelah lima bulan berjalan. omzet masih dibawah gaji. Kemudian saya membuka Anekaboneka.com dan Balietnik.com,” tuturnya. Keyakinan Vero membuka bisnis online itu ternyata tidak salah. Dia semakin yakin, di era modern ini, pembelian barang lewat transaksi internet sudah lumrah dilakukan. “Lagi pula bisnis ini modalnya nol, beda dengan toko yang belum apa – apa sudah menghabiskan uang untuk sewa atau beli toko, penataan display, pengadaan barang yang jumlahnya besar. dan serentetan lagi,” kata alumnus Universitas Bina Nusantara ini.

Sambil menjalankan ketiga toko online-nya tadi. Vero mulai berpikir mencari sesuatu yang berbeda dengan toko online lainnya. “Saya memperhatikan orang cenderung senang belanja di pusat perbelanjaan seperti mall karena sekali jalan mereka bisa mendapatkan banyak hal.” pikir Vero. Ia pun menyadari banyak juga toko online yang menjual aneka produk dalam satu toko online.

Akhirnya setelah memikirkan keunikan toko online-nya kelak, Vero mendirikan kadomikado.com pada 11 Januari 2011. “Keunikan kadomikado adalah sebuah portal toko online yang membawahkan beberapa situs, tetapi administrasinya terintegrasi di satu portal,” jelasnya. Jadi begitu membuka kadomikado.com, calon pembeli akan menemukan 12 toko online, termasuk yang akan diluncurkan tahun ini grosirdompet.com dan pusatparfum.com.

“Kelebihan sistem penjualan yang terintegrasi sangat banyak, kami mempunyai staf yang mengurus semuanya sehingga respon pemesanan lebih cepat. Setiap ada pesanan, langsung ditindaklanjuti,” kata dia. Saat ini kadomikado mempunyai 4 customer service, 3 orang gudang, 1 fotografer dan satu desainer.

Kekuatan lain yang dirasakan turut mengembangkan bisnisnya, menurut Vero, ialah ribuan reseller-nya dari seluruh Indonesia. Diantara sekian situs yang berada dibawah kadomikado.com, Vero mengatakan situs Balietnik paling sering dilirik. Di balietnik pembeli dapat menemukan aneka kerajinan tangan khas buatan UKM Indonesia dari berbagai daerah seperti Bali, Tasikmalaya, Surakarta, Magelang, Yogyakarta, Jepara dan masih banyak lagi.

“Saya sengaja memberi nama balietnik untuk memperkenalkan ke luar negeri bahwa ini produk Indonesia. Orang asing kan lebih mengenal Bali,” ujar pehobi makan dan jalan – jalan ini. Untuk menemukan karya terbaik UKM di berbagai daerah, Vero mencari sendiri perajinnya. Alasannya, selain lebih murah, ia ingin menghidupkan kerajinan khas daerah.

Kerajinan yang kini langsung diproduksinya ialah tas etnik dan dompet. “Sistemnya saya memberi uang untuk beli bahan baku kepada perajin. Mereka yang mengerjakan,” kata Vero. Bekerja sama dengan perajin dari daerah, menurut Vero sangat berbeda jika dibandingkan dengan membeli dari penyuplai. Kendala yang paling sering ditemuinya hanyalah manajemen waktu.

“Para perajin biasanya mengerjakan dengan santai sehingga pesanan yang tadinya satu minggu molor jadi dua minggu. Sayalah yang harus mengingatkan mereka,” ujar Vero. Lainnya ialah soal kreasi produk. “Perajin enggak kreatif. Kebanyakan kalau mengerjakan satu model, ya, itu terus. Ide sederhana seperti menambah aksesoris jarang mereka lakukan. Lagi – lagi kita harus pintar komunikasikan. Katakan apa yang kita mau, baru mereka akan balik memberi masukan,” kata pemilik brand Virolita ini.

Barang etnik karya Indonesia, menurut Vero banyak digemari orang asing. Ia bahkan heran, sedikit orang lokal yang membelinya. Reseller-nya di berbagai departement store mengamini pendapat tersebut. Ada saja reseller yang menjual barang etnik keberbagai negara dan hasilnya sangat laku.

Selain balietnik dan produksi dompet, produk yang dipasarkan kadomikado berasal dari penyuplai. Khusus aneka kamera, vero bekerjasama dengan Datascrip sebagai penyedia merek canon di Indonesia. “Kamera ini sistemnya kalau ada yang membeli akan ditangani langsung oleh pihak Datascrip. Dengan kerjasama seperti ini pelanggan juga lebih percaya bahwa kamera yang kami jual asli,” kata Vero.

Vero sadar resiko belanja model online tentu saja adalah sebuah penipuan. Lucunya, tak hanya penjual yang bisa menipu calon pembelinya. Pembeli pun bisa menipu! Vero menceritakan ada beberapa pembeli yang bahkan sengaja merusak barang dan komplain ke Kadomikado. “Kalau sudah begini, kami minta pembeli untuk mengirim foto kerusakan barang. Dari situ kami bisa menganalisis apakah barang tersebut dirusak dengan sengaja atau tidak,” ceritanya.

Untuk menjaga kualitas barang, Vero meminta pekerja di gudang mengecek barang yang baru datang dan mengecek kembali saat akan dikirim. Kalau terjadi kesalahan pada pihaknya, Vero tak segan memberi ganti rugi kepada pembeli. Cara menjaga kepercayaan pembeli itu meningkatkan usaha kadomikado yang mempunyai omzet hampir Rp 100 juta perbulan dengan rata – rata 40 hingga 50 kiriman perharinya.

Agar kinerjanya maksimal, setiap pagi seluruh staf kadomikado rutin duduk bersama untuk membicarakan perkembangan bisnis. “Sebelum pukul 09.00 kami rapat membahas keluhan pelanggan dan kendala – kendala. Setiap produk baru kami juga diinfokan ke customer service. Jadi kalau ada yang bertanya soal perbedaan harga misalnya, mereka dapat menjawab,” kata Vero.

Strateginya ini terbukti berjalan lancar dan memantapkan usaha online-nya. Dalam berbisnis Vero berpedoman kemauan pelanggan merupakan hal yang utama.

Incoming search terms:

kadomikado penipu (26)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *