Selamat Jalan Gus Dur

Diposting pada
Selamat Jalan Gus Dur
Selamat Jalan Gus Dur

Seluruh Bangsa Indonesia berduka. Kemarin petang Presiden RI Ke-4 KH Abdurrahman Wahid yang sering dipanggil Gus Dur berpulang ke Rahmatullah.

Rintik-rintik hujan yang mengguyur wilayah Jakarta seolah mengiringi kepergian tokoh besar yang dimiliki bangsa ini dan dihormati dunia internasional. Ketua tim dokter kepresidenan, Yusuf Nisbah, yang menyampaikan secara resmi berita meninggalnya Gus Dur di Pelayanan Jantung Terpadu Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, tadi malam mengungkapkan, Gus Dur meninggal pukul 18.45 WIB.

Yusuf menuturkan kesehatan Gus Dur memburuk akibat berbagai komplikasi seperti diabetes, ginjal, stroke, dan jantung. Tim dokter sempat melakukan berbagai upaya tindakan medis intensif, namun keadaan Gus Dur terus memburuk. ”Lalu pada pukul 18.15, keadaan kesehatan Gus Dur dinyatakan kritis dan akhirnya pada pukul 18.45 Gus Dur dinyatakan meninggal dunia,” ujar Yusuf saat jumpa pers dengan didampingi Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), atas nama negara, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari ini. Presiden mengajak seluruh rakyat Indonesia memberikan penghormatan dan mendoakan almarhum agar hidup tenang di alam baka sesuai amal baktinya di dunia.

Selain itu Preseiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan kepada seluruh Rakyat Indonesia untuk mengibarkan bendera setengah tiang selama tujuh hari. Hal ini menunjukkan rasa duka dan berkabung kita yang mendalam atas kepergian Bapak Kiaya Haji Abdurrahman Wahid.

Kabar meninggalnya Gus Dur cukup mengagetkan. Kendati sempat dikabarkan kritis dan harus dilarikan ke RS Swadana, Jombang, Kamis (24/12), mantan ketua umum PBNU ini kondisinya sempat membaik setelah cuci darah di RSCM. Bahkan Senin (28/12) lalu Gus Dur sempat menjalani cabut gigi. Esoknya, Selasa (29/12), Gus Dur kembali cuci darah di Pelayanan Jantung Terpadu RSCM. Kondisi tokoh demokrasi tersebut pun terus menunjukkan perbaikan.

Ajudan Gus Dur, Bambang Susanto, mengungkapkan, kondisi Gus Dur masih terlihat baik sebelum akhirnya drop. Sekitar pukul 10.30 kemarin Gus Dur sempat minta dibacakan majalah Gatra. ”Sambil membaca,Mbak Inayah (putri bungsu Gus Dur) menyuapi puding.Tidak sampai tiga suap Gus Dur sudah menolak,” jelas Bambang. Gus Dur memilih tetap terus dibacakan majalah.

”Kata Dokter Gus Dur harus ditangani secara serius karena tensi darah sangat drop, sampai 40,” ujar Bambang. Sebelum Gus Dur dinyatakan meninggal,Presiden SBY sempat menjenguk dan menemui Sinta Nuriyah, istri Gus Dur. Sesaat kemudian,SBY melakukan rapat dengan tim dokter. Setelah itu, lanjut Bambang, SBY masuk menemui Gus Dur, didampingi menantu Gus Dur,Dhohir Farizi. 10 menit setelah SBY keluar tibatiba Farizi mengatakan bahwa Gus Dur sudah tidak ada.

”Jadi Mas Fariz yang mengabari (Gus Dur wafat),”katanya. Gus Dur akan dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga di Tebuireng, Kecamatan Cukir, Jombang, Jawa Timur, hari ini. Informasi tersebut berdasarkan tulisan pada papan pengumuman yang dipasang di depan Kompleks Pesantren Tebuireng tadi malam. Di tempat peristirahatan terakhirnya ini Gus Dur akan berdampingan dengan makam kakeknya,KH HasyimAsy’ari,dan ayahandanya, KH Wahid Hasyim. (nurul huda/rarasati syarief/kholil)

Selamat Jalan Gus Dur, kami akan mengenangmu.

Sumber : Sindo, Tempointeraktif, dengan pengeditan.

8 thoughts on “Selamat Jalan Gus Dur

  1. Innalillahi wainna ilaihirojiun
    Semoa alhmarhum diterima disisi Allah SWT
    Diampuni segala kesalahan dan dosanya
    Diterima amal ibadahnya, diterangkan kuburnya
    dan mendapat kemuliaan di surga Allah
    Amin Allahuma Amin

    Amin, amin, ya Robbal ‘Alamin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *