Menyikapi Ketidakpastian

Diposting pada

Dalam hidup dan kehidupan ini, ada tiga hal yang pasti kita dapatkan yaitu: Rezeki, Jodoh dan Maut.  Artinya yah pasti terjadi. Akan tetapi, disisi lain tiga hal tersebut adalah suatu yang serba tidak pasti: Rejeki (Berapanya), Jodoh (Siapanya) dan Maut (Kapan dan bagaimananya). So, lebih besar unsut ketidak pastiannya dari pada unsur kepastiannya. Ok, dengan memakai pola pikir lateralnya(1), orang yang kuat otak kanannya bisa dan mampu menyikapi ketidakpastian, perubahan, dan resiko. Maka jadilah mereka penemu dan pemimpin.

bush-dilempari-sepatuApakah sobat masih ingat dengan kejadian George W. Bush yang dilelempar sepatu oleh seorang wartawan? Secara pribadi, saya sungguh sangat menyayangkan kejadian tersebut. Bukan mengapasih, “Kan sepatunya bisa rusak, xixixixi..” Maksut saya, seorang pemimpin harus bisa dan mampu menghadapi ketidak pastian, mulai dari dilempar sepatu sampai dilempar BOM.

Akan tetapi sebaliknya, dengan pola pikir liniernya(2), orang yang lebih kuat dengan otak kirinya tida mampu menyikapi ketidak pastian, perubahan dan resiko. Oleh sebab itu jadilah mereka pengikut dan bawahan. Apa yang mereka inginkan adalah hanya sebuah kepastian. Pendapat mereka, biarlah sedikit asal pasti. Benarsih, mereka mendapat sesuati yang pasti—pasti dan serba pasti semua. Pasti sedikit pengikutnya, pasti sedikit pengaruhnya, pasti sedikit gajinya, pasti begitu-begitu saja hidupnya. Namun begitu, bawahan atau pengikut tetaplah penting. Tanpa bawahan, apakah Anda bisa menjadi Atasan? Xixixixi..

NB:
(1). Pola pikir lateral, adalah pola pikir menyamping secara horisontal. Artinya bukan hanya meneruskan apa yang sudah ada ke atas atau ke bawah – tetapi menciptakan jalur baru disampingnya.
(2). Pola pikir linier, adalah digambarkan sebagai garis vertikal, yang menambahkan yang sudah ada ke atas atau ke bawah. Misalnya makin bagus, makin cepat, dan seterusnya.

source: buku “7 keajaiban rezeki”

Incoming search terms:

ketidakpastian (12)

12 thoughts on “Menyikapi Ketidakpastian

  1. mantap mas..
    entah ada hubungannya atau tidak, saya ingin menambahkan
    bahwa banyak cara untuk mendefinisak kesuksesan..tidak hanya dari sisi kuantitas

    Setuju Kak Lina. seingat saya ada 3K, hehehe…. betul gak?

  2. Otak kiri dan otak kanan adalah sangat benpengaruh kepada setiap manusia..kita bisa menilai diri sendiri mana yang lebih dominan otak kiri atau otak kanan setelah menbaca ini.. thanks ya Bos

  3. wah wah… otak kanan saya kuat loh… bisakah saya jadi pemimpin? sepertinya tidak pasti…
    bisakah saya menghadapi ketidak pastian dalam hidup? ini juga tidak pasti… :mrgreen:

    *bentar lagi ditimpuk sepatu sama empunya blog* xixixi…

    Hemm… bukan begitu yg saya maksud dalam tulisan di atas. Jadi kalau anda termasuk dalam golongan kanan (otak kanan) maka anda akan selalu siap sedia untuk menghadapai ketikpastian. Dan jika anda berkata bahwa otak kanan anda lebih kuat, saya yakin Anda tidak mungkin berkata “Sepertinya tidak mungkin” hanya orang kira yg berkata spt itu.
    Tenang aja. saya gak akan menimpuk anda kok. justru saya merasa senang bisa berdiskusi dengan Anda.
    Kapan2 main lg ya kesini hehehehe…

  4. Semua hidup manusia penuh tidak kepastian, karena kalo udah pasti buat apa Adam di turunin di mungka Bumi ini..dan harus terus mencari dan mencari selama hidup kita.

  5. otak kiri atau kanan, saya rasa sama saja, keduanya ada di dalam diri kita, intinya menggunakan dengan optimal untuk kebutuhan sehari2, bahkan untuk ketidakpastian yang terjadi. hehe.

  6. yah.. saya sudah balik main2 kesini lagi loh… kirain ada post baru… wkwkwkwk… yaudah ntar kapan2 meluncur lagi kemari…. yukk mariiiii… ^_^

    Sorry mbak 3sna, lagi sibuk dilapangan jadi gak sempat bikin artikel. hehehe

  7. mantap deh, pantesan aku condong jadi bawahan terus soalnya mintanya yang pasti-pasti aja dan yang penting aman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *