Kisah Perjalanan Sukses ‘Murni Bakery’

Diposting pada

Bermula dari memsarkankan rotinya ke sudut – sudut Yogyakarta menggunakan gerobak dan sepeda pada masa perjuangan, Murni Bakery yang kini memasuki usia 60 tahun menjadi salah satu perusahaan roti terkemuka di Yogyakarta. Meski sempat mengalami sedikit kesusahan saat Indonesia diterpa krisis moneter 1998, namun Murni Bakery berhasil bangkit lagi menginjak awal tahun 2000.

Toko roti yang terletak di Jalan Bintaran Wetan 30 ini memang masih menjadi salah satu tempat favorit bagi masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya untuk berwisata kuliner. Setidaknya, ada lebih dari 30 jenis produk, yang tiap hari disediakan kepada pengunjung.

“Salah satu kunci kami mampu bertahan sejauh ini, karena terus menjaga kualitas rasa rotinya. Jika konsumen puas, maka mereka dengan sendirinya akan menceritakan kepada sahabat dan kerabat. Efek berantai inilah yang ingin kami bangun. Yang pasti, kami ingin terus berada di hati masyarakat Yogyakarta,” ujar pemilik Murni Bakery, Suryono, saat ditemui di tempat usahanya, Selasa (22/5).

Menurutnya, perkembangan dunia bakery di Yogyakarta saat ini meningkat pesat, baik ragam produk maupun dari sisi persaingannya. Karena itu, Murni Bakery terus memperbaharui diri dengan tak henti menciptakan produk – produk baru, mengikuti perkembangan zaman.

Dikatakan, dalam sehari pihaknya menghabiskan setidaknya 500 kilogram tepung terigu ketika memproduksi roti. Sedangkan pendapatan rata – rata perhari, mencapai Rp 30 juta. Kini, untuk memasok produknya ke berbagai tempat, Murni Bakery menggunakan tiga mobil pengantar. Dengan bantuan sekitar 100 karyawan, ia membuat roti untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari ulang tahun, pernikahan, kebutuhan acara kantor, acara keluarga dan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *