Kecerdasan, Kesuksesan dan Kebahagiaan

Diposting pada

Bahagia dan sukses dapat diprediksi, bahagian dan sukses adalah buah dari prilaku. Oleh karena itu kalau kita mempunyai prilaku sebagai orang yang bahagian dan sukses, pasti suatu saat kita akan bahagia dan sukses pula. Sedangkan prilaku adalah buah dari kebiasaan. Kebiasaan dimulai dari sikap. Sikap dipengaruhi oleh paradigma. Sedangkan paradigma dipengaruhi oleh pengetahuan. Jadi awalnya adalah pengetahuan.

 

kecerdasanSetiap hari, pengetahuan beterbaran secara berlimpah ruah desekeliling kita. Kemampuan untuk menangkap pengetahuan, mengolahnya, menghayatinya, dan menjadikannya sebagai aksi untuk meraih tujuan, sangat dipengaruhi oleh kecerdasan.

 

Dr. Stanley dalam karyanya The Millionaire Next Door yang berisi penelitiannya terhadap para milyuner di Amerika menunjukkan bahawa para orang sukses memiliki kecerdasan yang cukup baik. Para milyuner yang diteliti berasal dari berbagai kalangan seperti kontraktor las, penjual barang bekas, petani, pembasmi hama, hingga penjual koin. Yang jelas, mereka mempunyai satu kesamaan yaitu sangat merdeka secara finansial.

 

Kebanyakan meraka hidup relatif sederahana dibandingkan dengan jumlah kekayaannya. Mobil mereka seperti rata-rata milik orang kebanyakan, rumah meraka berada di perumahan orang kebanyakan. Meraka juga bergaul dengan orang kebanyakan. Sebagian besar dari meraka tidak suka tampil didepan publik. Meraka rata-rata bersekolah dengan baik. Kalaupun putus sekolah, itu dikarenakan kondisi ekonomi keluarga, bukan karena meraka tidak cerdas.

 

Jadi para milyuner ini memiliki kecerdasan intektual, IQ, yang baik. Mereka juga orang yang tangguh, ulet, sabar, mampu mengendalikan diri, bermasyarakat dengan baik, memiliki keluarga yang harmonis, dan berbagai hal lain yang menjadi bukti bahwa mereka mempunyai kecerdasan emosional, EQ, yang baik. Semua dari mereka juga setuju bahwa kehidupan spiritual, pelayanan, dan sedekah adalah hal yang sangat penting. Kebanyakan meraka menyumbangkan penghasilan 10 persen atau lebih dari pendapatan kotor (bukan pendapatan bersih). Mereka meyakini bahwa Tuhan adalah sumber pemberi rezeki, sebagai pendamping yang tidak kelihatan, atau sering disebut sebagai ”silent partner”. Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki kecerdasan spiritual, SQ yang sangat baik.

 

Studi terhadap orang-orang yang sangat sukses menunjukkan bahwa meraka juga mempunyai ciri-ciri yang sangat menonjol. Pertama, mereka mempunyai mimpi yang besar, tujuan yang jelas, dan teguh memegang mimpinya tersebut. Kedua, mereka tidak bekerja sendirian, mereka mampu memanfaatkan kekuatan yang ada dalam dirinya maupun yang ada disekeliling dirinya. Jadi, mereka mengambangkan dua kecerdasan lainnya sebagai pelengkap dari IQ, EQ, SQ. Mereka mengambangkan kecerdasan yang disebut Kecerdasan Aspirasi (Aspiratian Intelligence), dan Kecerdasan Kekuatan (Power Intelligence). Dan ternyata para orang sukuses mengambangkan kelima kecerdasan dengan seimbang.

6 thoughts on “Kecerdasan, Kesuksesan dan Kebahagiaan

  1. kemarin waktu saya lagi sholat jum’at, mendapatkan jawaban dari itu. Menurut hadist Nabi Muhammad Saw tempat bahagia itu ada di dalam hati kita.

  2. Woah the following weblog is definitely great i like mastering the articles you write. Be in the great art! You no doubt know, lots of individuals are seeking all over because of this information and facts, you can enable them to considerably.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *