Kecerdasan Kekuatan

Aku dan Otak Kanan | Heri Noto | Januari 2, 2009 at 07:51

“… Pak Parto, seorang petugas bagian dapur di sebuah perusahaan. Sebagai pegawai dapur tentu saja gaji sangat kecil dan jauh dari pada cukup. Untuk menambah penghasilan Pak Parto menawarkan jasa sebagai tukang batu kepada karyawan lain yang ingin merenovasi rumah. Gayung bersambut, ada seorang karyawan yang memakai jasa Pak Parto ini. Karena pekerjaannya bagus dan rapi orderan pun meningkat.

Ketika permintaan semakin meningkat – - Pak Parto mengajak para tetangganya untuk bergabung dengan nya sebagai tukan batu. Sedang Pak Parto hanya sebagai koordinator. Kini Pak Parto mengelola tenaga orang lain yang berarti juga memanfaatkan waktu kerja orang lain. Dengan demikian Pak Parto bisa mencari orderan yang lebih banyak lagi. Masyarakat di kampungnya pun senang kpada Pak Parto karena mendapat pekerjaan. Akan tetapi Pak Parto belum puas.

Pak Parto melihat bahwa banyak karyawan menunda rencana renovasi rumah karena keterbatasan dana. Pak Parto berpikir “Andai ada kredit perbaikan rumah, tentunya makin banyak yang memberi order”. Lagi-lagi kecerdasan berperan disini. Pucuk dicinta ulam tiba. Bu Ayu, salah satu karyawan yang cukup cerdas meihat potensi bisnis Pak Parto. Bu Ayu bersedia menyediakan modal, dan resmilah berdiri sebuah “lembaga kredit”. Duet Pak Parto dan Bu Ayu mampu menyediakan kredit renovasi rumah dengan bunga lebih murah dibanding bank. Dan pelanggan pun bertambah.

Bisnis makin berkembang. Secara resmi mereka mendirikan sebuah perusahaan konstruksi. Sebagai direktur ditunjuk putra Pak Parto. Pak Parto sendiri bertindak sebagai komisaris. Bisnispun meningkat, karyawan semakin banyak, modal berputar cepat, dan mereka terus melaju dengan menggarap pasar perumahan dengan nilai milyaran rupaih.

Kini Pak Parto telah kaya. Uniknya dia tetap menjadi karyawan dapur perusahaan tersebut. Bukan karena memerlukan gaji, yang cuma pas-pasan itu, tetapi untuk tetap menjalin relasi dengan jaringannya…”

Kisah tersebut diadopsi dari kisah nyata. Kesempatan untuk sekses selalu tersedia bagi setiap orang, asalkan mereka mau mengasah kecerdasan kekuatan. Pak Parto mampu mengelola kekuatan keahlian, yaitu keahlihan para tukang batu karyawannya, dan kekuatan modal yang muncul dari kemitraan dengan Bu Ayu.

Yang jadi pertanyaan sekarang adalah, apa benar semudah itu untuk menjadi sukses? Jangan sungkan untuk menulis komentar Anda di bawah ini.

Incoming search terms:

kekuatan manusia (8),kecerdasan kekuatan (2),kisah nyata orang biasa menjadi sukses (1)

No related posts.

Tags: , ,

& Komentar

  1. kidungjingga says:

    hhmmm… membaca kisah nyata di atas (meskipun jalannya sendiri memang ga pendek) tapi kok seolah kesuksesan itu hanya sebatas sim salabim.. maka terraihlah kesuksesan itu. Subhanallah..

  2. Rindu says:

    Saya baru selesai membaca buku “menjadi kaya dari NOL” disitu ada seorang penulis dengan penghasilan Rp.40jt/ perbulan dengan modal NOL.

    Artinya kecerdasan kekuatan itu ada …

  3. Heri Noto says:

    to: Mbak Kidungjingga

    Hehehe… tentunya bukan sekedar sim salambim mbak, cuman disini saya ingin membangkitkan semangat teman2. Memangsih seharusnya saya menceritakan pahitnya juga. Trimakasih mbak…

  4. Heri Noto says:

    to: Mbak Rindu

    Wah boleh tuh bukunya. Kalau boleh tahu karangan siapa ya? boleh donk cerita lebih banyak tentang buku itu!

  5. agnes sekar says:

    Setuju noto. orang-orang sukses itu berangkat dari keuletan, kesabaran, kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan tentu memiliki tujuan yang jelas, Okay sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  6. Heri Noto says:

    to: Ibu Agnes

    Iya bu, tapi kadang masyarakat kita maunya yang instan. Kerja dikit hasil buanyak… mana ada? tul gak bu?

  7. arifudin says:

    bentar saya baca dulu :mrgreen:

    Monggo dibaca dulu, baru komentar

  8. lina says:

    Mas…aku mampiiiir

    Kalau mampir bawa jajak sendiri yo

  9. Kus Andriadi says:

    hidup sederhana memang penting,,walaupun kita sudah sukses..karena sebelum kita sukses pun kita datang dari kesederhanaan…

    Sederhana bukan berarti gak punya, tapi kita membeli barang sesuai dengan kebutuhan. Bukan sebaliknya, membeli barang karena keinginan bahkan sampai rela untuk kredit

  10. javanese says:

    benar semudah itu untuk menjadi sukses,
    tidak benar semudah itu menjadi sukses,
    anak pak darto sudah besar, berarti untuk bisa sukses harus kerja keras dulu.

    ya tentunya tidak semudah itu, rintangan demi rintangan, ujian demi ujian pasti ada.

  11. freezipe says:

    bener sekali sob..

    apanya yang benar gan? hehehe… Makasih ya dah mampir

Leave a Reply