Hujan Meteor bisa terekam dari Sumedang

Diposting pada

Pada artikel saya sebelumnya tentang Hujan Meteor, ternyata banyak komentar dari teman-teman yang penasaran untuk melihat kejadian langka tersebut.

Sebagian beser kita tidak berhasil melihat hujan meteor lyrids tersebut dengan beberapa kendala. Lah saya sendiri juga belum berhasil menyaksikan kejadian tersebut yang katanya berlansung antara 21 s/d 26 April 2010. Akhirnya saya harus mencari info tentang hal tersebut.

Setelah memasukkan kata kunci “Hujan Meteor” akhirnya saya menemukan berita yang mungkin selami ini membuat kita semua penasaran. Dari situsnya kompas.com saya menemukan berita tentang Hujan Meteor yang bisa terekam dari Sumedang, tepatnya di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Hujan meteor Lyrids
Hujan meteor Lyrids

Hujan meteor terdeteksi pada Kamis pukul 03.49 hingga 05.10 dari Stasiun Pengamat Dirgantara Sumedang. Ada empat yang tampak seperti goresan cahaya teridentifikasi,” kata pakar astronomi Lapan, Prof Dr Thomas Djamaluddin, melalui telepon dari Jakarta, Kamis.

Berdasarkan keterangan Beliau, hujan meteor merupakan debu sisa komet di antariksa yang berpapasan dengan bumi dan memasuki atmosfer, bergesekan, sehingga terbakar dan terlihat seperti goresan cahaya pada malam hari.

“Ketika orbit komet berpotongan dengan orbit bumi dan di orbit komet tersebut terdapat sisa-sisa serpihan komet, kita akan dapat melihatnya sebagai hujan meteor,” katanya. Papasan bumi dengan serpihan yang ditinggalkan oleh komet Thatcer (C/1861 G1) yang mengorbit Matahari selama 415 tahun dikenal dengan nama hujan meteor Lyrid.

Ia menjelaskan, tidak seperti meteor yang berbentuk batuan, hujan meteor tidak berbahaya karena sangat halus dan umumnya habis terbakar di atmosfer dan hanya terlihat dalam hitungan 1-2 detik lalu menghilang. Hujan meteor, lanjut dia, lebih sering menjatuhi bumi dibandingkan dengan meteor yang bisa beberapa kali terjadi dalam setahun.

Hujan meteor Lyrid kali ini terjadi sejak 16 April dan diperkirakan baru selesai pada 26 April, tetapi kerapatannya tak sama. “Pada 16-20 April hanya terlihat 1-2 debu meteor dalam setiap jam. Namun, ketika bumi masuk ke inti jalur debu meteor pada sekitar 22 April, yakni rentang Kamis dan Jumat, ada belasan debu per jam,” katanya.

“Pengamatan puncak hujan meteor juga akan diadakan di Kantor Lapan Bandung, Jumat malam,” katanya. Hujan meteor Lyrid ada di langit sebelah timur laut di rasi Lyra di atas bintang terang bernama Vega. Selain Lyrid, juga ada hujan meteor bernama Leonit, Perseid, Draconid atau Iorionid, dan lain-lain.

Sumber dan Foto : kompas.com

Incoming search terms:

Berita tentang meteor (15)

8 thoughts on “Hujan Meteor bisa terekam dari Sumedang

  1. wah sungguh besar kuasa Allah SWT. Pernahkan kita memikirkan jika saja meteor itu menembus ke bumi, Gimana nasib mereka yang tertimpa hujan meteor?

    Tapi Allah Maha Besar. Diciptakannya atmosfer sehingga batu2 angkasa hancur duluan sebelum menembus atmosfer. SUBHANALLAH.. semoga kita bisa mengambil hikmah dari kuasa Allah ini.

    Makasih kunjungannya mas Ismail, itulah kekuasan Allah, coba bayangkan kalau Allah tidak melapisi bumi kita dengan atmosfer. Wah bisa kacau nih bumi.

  2. wew…keren…cantik bgt di tempatku ga keliatan apa2 (lagian lupa klo ada ujan meteor hehehehe)

    Iya, saya juga bisa menyaksikan via youtobe, hehehe….

  3. Sesungguhnya Allah menunjukan kekuasaaanya lewat alam ini, tapi mengapa banyak dari qta yang tidak mau taw?
    Sungguh maha Suci Allah dengan segala ciptaan_NYA

    Betul mas, bahkan kita manusia cenderung sombong

  4. Excellent beat ! I wish to apprentice while you amend your site, how could i subscribe for a blog website? The account helped me a acceptable deal. I had been tiny bit acquainted of this your broadcast offered bright clear idea

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *