Group Buying

Hemat Pengeluaran Rumah Tangga Melalui Group Buying

Diposting pada

Ide group buying sebenarnya sudah ada sejak lama di masyarakat Indonesia. Lihat saja kelompok-kelompok arisan beberapa rumah tangga di suatu area perkampungan. Para anggota arisan sering kali berinisiatif membeli suatu barang atau jasa dalam jumlah besar secara kolektif berdasarkan kebutuhan yang sama untuk mendapatkan harga miring.

Group BuyingJika sekarang budaya ini tidak lagi tampak jelas di masyarakat Indonesia, terutama di perkotaan, bukan berarti tradisinya telah mati. Ide ini sudah berkembang mengikuti perubahan pola sosialisasi masyarakat dan pertumbuhan pesat dunia internet. Barang dan jasa yang terlibat bukan lagi sebatas panci dan jasa pengecatan rumah, melainkan telah menjangkau berbagai perangkat elektronik, hiburan, fesyen, liburan, pendidikan, kuliner, dan masih banyak lagi. Semua itu hanya bertujuan untuk menghemat anggaran rumah tangga.

Prinsipnya sederhana saja: produsen dan distributor ingin menjual sebanyak mungkin barang dan jasa, konsumen ingin mendapatkannya dengan pengorbanan sekecil mungkin. Group buying mempertemukan kedua kebutuhan ini melalui situs-situs semisal OgahRugi, Groupon (sebelumnya DisDus), dan LivingSocial (sebelumnya DealKeren). Sayangnya, hampir semua situs-situs semacam ini hanya bersifat satu arah, yaitu mereka menentukan barang-barang apa saja yang tersedia untuk dibeli secara kolektif. Harga telah disetujui antara pengelola situs dan pihak penjual barang atau jasa sehingga konsumen tidak memiliki kendali atas harga.

Di beberapa negara lain, situs-situs group buying yang bersifat dua arah mulai bermunculan di mana inisiatif awal barang atau jasa yang ingin dibeli datang dari calon pembeli. Konsumen lain yang menginginkan barang yang sama kemudian memberikan komitmen. Setelah mencapai jumlah pesanan minimum, pengelola situs akan mewakili para calon pembeli untuk mendapatkan harga terbaik dari produsen atau distributor.

Tips berbelanja kebutuhan rumah tangga online secara group buying

  1. Seperti berbelanja secara tradisional, selalu cek harga di toko sebelah sebelum membeli. Bandingkan apakah harga di situs group buying plus ongkos kirim, jika ada, memang lebih rendah daripada harga asli. Untuk kupon, pastikan harga kupon memang lebih rendah daripada harga barang yang sama jika dibeli langsung tanpa kupon. Bandingkan juga harga pada situs-situs lain.
  1. Kunci berbelanja di internet adalah pengendalian diri. Produk-produk ditawarkan dengan foto-foto menarik yang bisa membuat banyak orang lupa diri. Pikirkan dua atau tiga kali sebelum membeli apakah produk tersebut benar-benar akan bermanfaat dan sesuai anggaran. Jangan sampai nantinya malah memenuhi rumah. Simak di sini berbagai tips rumah tangga, termasuk merapikan dan mengatur isinya agar tidak menyebabkan rumah tampak sesak.
  1. Pakai kartu kredit atau kartu debit untuk membayar demi jaminan transaksi. Jika kemungkinan terburuk terjadi, misalnya barang hilang atau rusak dalam perjalanan, distributor bangkrut, atau sengketa lain dengan penjual, penerbit kartu kredit atau kartu debit akan mengembalikan uang melalui fasilitas chargeback.
  1. Baca secara teliti syarat dan ketentuan untuk setiap barang atau jasa yang akan dibeli. Bagian ini biasanya memuat tanggal kedaluwarsa kupon, toko yang berpartisipasi, dan kelengkapan barang. Untuk kupon hotel, restoran, spa, dan sebagainya, perhatikan apakah reservasi diperlukan serta tentu saja jangan melewati tanggal berlakunya. Sedangkan untuk kupon pembelian makanan, periksa apakah kupon berlaku untuk makan di tempat atau bisa dibawa pulang sesuai keperluan.
  2. Faktor kedekatan penting diperhatikan ketika membeli kupon yang biasanya ditawarkan berdasarkan kota. Pilih kupon untuk kota tempat tinggal atau kota terdekat yang akan dikunjungi sebelum kupon kedaluwarsa. Sedangkan untuk pembelian barang, cantumkan alamat secara jelas dan lengkap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *