Cukup Kematian, sebagai “Nasehat”

Kemarin malam sekitar pukul 19.00 Wita hp istri saya berdering, padahal kami lagi jalan-jalan menikmati segarnya Kota Raja Tenggarong karena seharian diguyur hujan. Setelah selesai berbicara via hp, saya bertanya sama istriku “Dari siapa Bunda?”, istriku menjawab “Dari Dina, Innalillahi Wa’ina ilaihi roji’un”, saya menyahut “Ada apa Bunda?”, dengan gugup “Bapaknya Dina meninggal dunia”.

Tanpa pikir panjang kami langsung menuju ICU RSUD Pari Kesit Tenggarong. Nyampek di Rumah Sakit, ternyata udah banyak sanak keluarganya disana. Sepulang dari rumah sakit istriku bilang “Ayah, ternyata orang meninggal tuh kayak gitu ya, saya jadi takut”. Pernyataan istri saya tersebut membuat saya teringat suatu kata-kata yang sampai saat ini masih nancab di kepalaku “Cukup Kematian yang menjadi Nasehat bagi kita.”

Sebenarnya kalau kita mau mencari nasehat gak usah jauh-jauh, gak perlu baca buku yang tebel, atau mencari artikel tentang nasehat. Cukup mengingat mati maka kita akan sadar siapa kita ini sebenarnya.

Incoming search terms:

makam raja (12),makam raja raja (1)

No related posts.