makam raja kutai

Cukup Kematian, sebagai “Nasehat”

Diposting pada

Kemarin malam sekitar pukul 19.00 Wita hp istri saya berdering, padahal kami lagi jalan-jalan menikmati segarnya Kota Raja Tenggarong karena seharian diguyur hujan. Setelah selesai berbicara via hp, saya bertanya sama istriku “Dari siapa Bunda?”, istriku menjawab “Dari Dina, Innalillahi Wa’ina ilaihi roji’un”, saya menyahut “Ada apa Bunda?”, dengan gugup “Bapaknya Dina meninggal dunia”.

Tanpa pikir panjang kami langsung menuju ICU RSUD Pari Kesit Tenggarong. Nyampek di Rumah Sakit, ternyata udah banyak sanak keluarganya disana. Sepulang dari rumah sakit istriku bilang “Ayah, ternyata orang meninggal tuh kayak gitu ya, saya jadi takut”. Pernyataan istri saya tersebut membuat saya teringat suatu kata-kata yang sampai saat ini masih nancab di kepalaku “Cukup Kematian yang menjadi Nasehat bagi kita.”

Sebenarnya kalau kita mau mencari nasehat gak usah jauh-jauh, gak perlu baca buku yang tebel, atau mencari artikel tentang nasehat. Cukup mengingat mati maka kita akan sadar siapa kita ini sebenarnya.

Incoming search terms:

makam raja (12)

10 thoughts on “Cukup Kematian, sebagai “Nasehat”

  1. Assalam. Dengan selalu mengingat mati hidup akan menjadi tenang, karena hidup didunia hanya sebuah perjalanan yang ada batasannya akhirat yang hidup tanpa batas karena didalamnya terkandung kenikmatan yang luarbiasanya. Subhanallah. Ya Allah ya Rahim jadikan kami mahkluk yang slalu ingat mati dan bersyukur dengan nikmat yang kEngkau berikan.Amin.

  2. lupa akan datangnya kematian merupakan salah satu jalan masuknya setan untuk menggoda kita. Dengan mengingat2 kematian, berarti kita telah menutup salah satu pintu masuknya setan ke dalam diri kita.

  3. Setelah membaca akupun takut dibuatnya… aku langsung berlinang air mata.. jd ingat akan diriku yg sebenarnya g ada apa2nya setelah kematian itu menjemput.. astagfirullah.. ya Robb ampuni aku.. jadikan aku mati dalam keadaan beriman dengan ridho-MU..

  4. Alhamdulilah, kematian terus memberi kekuatan untuk terus hidup dalam petunjuk, sehingga kelak bisa mati dalam keadaan Husnul Hatimah, Amin

  5. didunia ini tidak ada yang pasti kecuali kematian, dan nasehat yang paling baik buat manusia adalah kematian, karena setiap yang bernya pasti dan pasti akan mati (kullu nafsin dzaiqotul maut)dan bekal yang paling baik menuju kematian adalah takwa

    Betul Pak, dengan tidak mengingat mati membuat kita sombong berjalan di muka bumi.

  6. bener sekali gan, cukup kematian yang jadi nasehat..
    tidak diciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah pada allah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *