Butik Pakaian Muslim di Tengah Kampung

Diposting pada

Berbekal rasa optimis dan teman banyak, Hendrati Ida Prasetyorini (30), ibu dua orang anak ini berani membuka butik pakaian muslim di tengah – tengah pekampungan yang sulit dilewati kendaraan roda empat. Bahkan, bisa dibilang, usaha yang sudah dirintisnya sejak beberapa bulan lalu laris manis karena produk yang ditawarkan semuanya berkualitas dengan harga yang tidak terlalu mahal.

Butik pakaian muslim yang diberi nama “Violet Hijab Corner” ini terletak di RT 5 RW 7 Jalan Sindoro Cacaban Timur No. 458 Magelang. Pembelinya sebagian besar ibu – ibu muda yang memiliki selera pakaian masa kini. Hal itu setidaknya terlihat saat grand opening yang diselenggarakan Kamis (12/4) lalu. Sebagian besar yang hadir adalah ibu – ibu muda yang senang dengan mode pakaian terkini.

Ida, panggilan akrab Hendrati Ida Prasetyorini, mengatakan, dirinya berani membuka butik di dekat rumahnya karena merasa memiliki teman banyak. “Saya memang memiliki teman banyak, baik kenal biasa maupun lewat facebook dan blackberry massenger,” katanya.

Ida mengaku tidak pernah merasa takut jika produk yang dijualnya tidak laku, karena dia selalu punya cara untuk mengembangkan bisnisnya. Antara lain dengan membentuk komunitas hijaber atau komunitas ibu – ibu berjilbab dengan gaya atau style yang modis. “Yang paling efektif adalah berpromosi lewat getok tular (dari mulut ke mulut). Banyak pelanggan yang datang karena diberi tahu oleh temannya, ini benar – benar sangat membantu,” jelasnya.

Wanita ayu berkulit sawo matang ini, selain menyediakan produk – produk berkualitas seperti seperti aneka syal pasmina sampai paris, gamis, kaos muslim, cardigan, juga memberikan pelayanan yang lebih kepada pelanggan. “Ini yang saya tawarkan, pelayanan kepada pelanggan,” tegasnya.

Menurut ida, saat ini banyak wanita berjilbab yang ingin tampil modis, artinya berjilbab namun tetap mengikuti perkembangan mode terkini. Karenanya, dia pun sering membantu pelanggannya untuk memakai jilbab yang dimodifikasi. “Dengan senang hati saya membantu pelanggan untuk mengenakan jilbab yang dimodifikasi,” ujarnya.

Adapun barang yang ada di butiknya buah kongsi bersama adiknya yang ada di Jakarta. “Kelebihannya memang terletak di kualitas dan mode. Tapi ada juga yang dari tanah abang,” ungkapnya. Untuk pemilihan mode, ia pasrahkan ke adiknya. “Jadi, adik saya yang berburu dan mencari mode – mode dan tugas saya memasarkan dan mempromosikan. Paling tinggi produk yang saya jual harganya Rp 175 ribu dengan kualitas yang bagus,” kata Ida.

Saat membuka usaha ini, Ida mengatakan hanya mengeluarkan modal Rp 35 juta, sudah termasuk merenovasi rumah untuk butik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *