bata ringan

Apa Itu Bata Ringan, Kelebihan dan Kekurangannya, Dikupas Tuntas Disini

Diposting pada

Bata ringan murah Surabaya – Mungnkin baru sedikit masyarakat kita yang tau tentang bata ringan ini. Dibuat dari bahan apa? bagaimana cara membuatnya? apa kelebihannya? apa kelemahannya? akan kami bahas tuntas disini.

bata ringanApasih yang dimkasud dengan bata ringan? yaitu batu bata yang mempunyai berat jenis lebih ringan daripada bata pada umumnya.

Ada dua jenis bata ringan yang dikelan dimasyarakat, yang pertama adalah Autoclaved Aerated Concrete (AAC) dan yang ke-dua adalah Cellular Lightweight Concrete (CLC). Pada jenis bata ringan ini mempunya ide yang sama, yaitu memberikan tambahan gelembung udara pada mortar, dengan demikian akan mengurangi berat beton yang dihasilkan secara drastis.

Sedangkan perbedaan antara bata ringan AAC dan bata ringan CLC adalah dari sisi proses pengeringannya. Pada bata ringan CLC dikeringkan secar alami dan sedangkan bata ringan AAC dikeringkan dengan mengguakan oven autoklaf dengan tekanan yang tinggi.

Bahan Pembuat Bata Ringan

PASIR: Bahan dasar yang satu ini banyak kita temui, untuk pembuatan bata ringan semua jenis pasir bisa digunakan, akan tetapi untuk mendapatkan hasil/nilai ekonomis dalam produksi diusahakan menggunakan pasir yang halus dan kandungan lumpur yang seminimum mungkin

SEMEN: Semua merek semen yang ada dapat digunakan, dalam hal ini tetap diperlukan campuran yang tepat untuk menghasilkan produk yang baik.

FOAM AGENT: Bahan berikutnya adalah Foam Agent, yaitu cairan kimia khusus yang digunakan dalam pembuatan bata ringan CLC.

Proses Pembuatan

Sebenarnya proses dalam pembuatan bata ringan ini tidaklah rumit. Pertama kali air dimasukkan sesuai takaran yang sudah diukur, selanjutnya silahkan masukkan semen, pasir, kemudian diaduk dalam mixer hingga rata (homogen). Proses selanjutnya masukkan foam yang dihasilkan dari foam generator dengan bahan baku foam agent yang sudah diencerkan denmgan air kedalam mixer dan aduk terus hingga merata.

Pada tahab selanjutnya tuangkan adonan kedalam cetakan dengan menggunakan bantuan bucket cor, selanjutnya ratakan pada permukaannya, diamkan selama kurang lebih 12 jam dan jangan terkena air atau terkena hujan. Setelah didiamkan selama 12 jam kemudian buka bata dari cetakannya, susun dan diberi jarak 1 cm untuk sirkulasi udara, pada tahap ini hasil bata ringan boleh disiram air sehari sekali sampai dua minggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *