Anda Tau, Siapakah ORANG KAYA ITU?

Diposting pada

Hampir dua bulan saya tidak memposting satupun artikel di blog pribadi saya ini karena memang akhir-akhir ini saya masih sibuk dan menyibukkan diri di jasa pembuatan website dan jasa SEO.

Oke sobat kali ini saya akan mencoba membahas tentang kaya, yups gak salah baca, kaya. Seringkali bahkan kita mengukur sebuah kekayaan adalah dari banyaknya harta dan kemewahan dunia yang dimiliki seseorang, padahal definisi kaya itu tidak hanya kekayaan dalam bentuk harta, yang diantaranya adalah seperti kaya akan ilmu, atau kaya akan iman. Bahkan dalam sebuah hadist dijelaskan bahwasannya kemewahan dunia tidak dikatakan sebagai kekayaan, yang bunyinya sebagai berikut:

”Kaya bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan dunia. Namun kaya (Ghina’) adalah hati yang selalu merasa cukup “ (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadist tersebut telah dijelaskan bahwasannya kekayaan tidak tidak diukur dari kemewahan-kemewahan dunia, melainkan dari hati yang selalu merasa cukup, maka golongan orang yang memiliki kemewahan tersebut tidak serta merta dikatakan sebagai orang kaya, karena kekayaan yang sesungguhnya adalah hati yang selalu merasa cukup, artinya seseorang yang hatinya selalu merasa cukup maka dialah yang sebenarnya dikatakan sebagai orang yang lebih kaya.

kayaJanganlah sampai kita menjadi orang yang rakus, sehingga menyebabkan hati kita tidak puas dan selalu merasa tidak cukup dengan apa yang telah Allah SWT berikan kepada kita. Sudahkah hati kita merasa cukup? Jadikan hati kita selalu merasa cukup, maksud cukup disini adalah cukup dalam artian selalu bersyukur dengan apa-apa yang telah Allah SWT berikan kepada kita, dengan kita terus bersyukur atas segala pemberian-Nya berarti hati kita telah merasa cukup.

Pemberian itu tentulah berkat usaha-usaha yang kita kerjakan serta do’a-do’a yang senantiasa kita panjatkan, karena Allah SWT selalu menilai usaha hamba-Nya, sehingga Allah SWT memberikan balasan sesuai dengan apa yang diusahakan usahakan oleh hamba-Nya.

Ingatlah kemewahan-kemewahan dunia itu hanya sementara, dan bukanlah ukuran sebuah kekayaan, maka janganlah sampai terlena dengan segala keindahannya sehingga menyebabkan hati terus-menerus dipenuhi dengan ketidakpuasan, serta selalu ingin memiliki kemewahan-kemewahan dunia lainnya, tidak pernah puas dengan apa yang dimiliki yang hanya akan membuat lupa bahwa hidup di dunia ini hanya sementara, dan Allah SWT tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan seperti halnya berlebih-lebihan yang membuat seseorang diperbudak oleh keinginannya yang tidak pernah merasa tercukupi.

Tapi bukan berarti kita tidak boleh kaya. Kita boleh kaya bahkan boleh kaya raya agar lebih banyak orang yang bisa kita bantu.

diolah dari berbagai sumber.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *