135 Prinsip Sukses Bisnis Orang Tionghoa (2)

Diposting pada
135 Prinsip Sukses Bisnis Orang Tionghoa
135 Prinsip Sukses Bisnis Orang Tionghoa

Meneruskan postingan saya yang udah luama sekali, tentang prinsip-prinsip sukses bisnis Orang Tionghoa. Dan ini adalah prinsip yang selanjutnya, oh iya untuk yang pertama bisa kesini 135 Prinsip Sukses Bisnis Orang Tionghoa (1)

B. MENARIK DAN MELAYANI PELANGGAN

17. Pedagang harus menunjukkan kejujuran dan keikhlasan selagi melaksanakan perdagangan
18. Pedagang harus menunjukkan kepercayaan dan ikatan yang akrab dengan pelanggan, tidak peduli apakah pelanggan lama atau baru, pelanggan besar atau kecil
19. Pedagang harus melayanii para pelanggannya dengan baik karena mereka adalah bagian penting dalam perdagangan
20. Pedagang tidak boleh menuruti perasaa dan kehendak sendiri
21. Pedagang harus mengikuti permintaan dan keinginan pelanggan
22. Pedagang harus selalu bermuka manis dan kaya senyum
23. Pedagang tidak boleh marah dan membentak pelanggan
24. Pedagang bukan tauke, karena bos yang sebenarnya adalah pelanggan
25. Pedagang tidak boleh sombong, angkuh dan congkak
26. Pedagang harus rajin bekerja dan mudah mengulurkan bantuan
27. Pedagang harus siap memberikan pelayanan tambahan dan dalam konteks perdagangan ritel, mengantar barang ke rumah pelanggan
28. Pedagang tidak boleh ragu- ragu menjawab segala pertanyaan orang banyak
29. Pedagang harus menunjukkan bahwa dia adalah orang yang serba tahu terutama yang berkaitan dengan bidang perdagangannya
30. Pedagang harus memperhatikan apa yang terjadi di masyarakat dan isu terkini
31. Pedagang harus memiliki kepekaan yang tinggi dan rasa simpati yang mendalam kepada pelanggan
32. Pedagang harus menjadikan pelanggannya sahabat, bukan sebagai pembeli yang datang dan pergi
33. Pedagang tidak boleh pelit memberikan diskon, pujian dan penghargaan terhadap pelanggan
34. Pedagang harus bangun pagi- pagi sekali dan membuka perdagangannya secepat mungkin
35. Pedagang harus memberikan pelayanan yang cepat, jangan membiarkan pelanggan menunggu
36. Pedagang harus mudah diajak bicara dan berunding
37. Pedagang tidak boleh bersikap suka berprasangka atau menghakimi para pelanggan
38. Pedagang harus selalu berpikiran tebuka dan positif
39. Pedagang tidak boleh reaktif dan terburu- buru
40. Pedagang harus menunjukkan ke pelanggan bahwa dia selalu sibuk
41. Pedagang tidak boleh tidur sewaktu menjalankan tugas dagang
42. Pedagang harus berusaha menciptakan suasana ceria bukannya menimbulkan kebosanan
43. Pedagang harus memastikan tempatnya penuh dengan barang, jangan biarkan ada ruang kosong
44. Pedagang harus memberikan kebebasan kepada pelanggan untuk membuat pilihan
45. Pedagang jangan sekali- kali turut campur dan membuat keputusan untuk pelanggan, kecuali jika diminta
46. Pedagang harus membuat pelanggan merasa kehadiran mereka dielu- elukan
47. Pelanggan tidak boleh berkata tidak kepada pelanggan
48. Pedagang harus berperan sebagai pedagang, bukannya orang yang suka mengumpat,berjudii dan minum arak
49. Pedagang harus belajar menggunakan uang dan meningkatkan kemahiran menabung
50. Pedagang harus selalu menyediakan uang receh sebagai uang kembalian bagi pelanggan
51. Pedagang tidak boleh menunjukkan kemewahannya di depan pelanggan, karena image bukan datang dari perhiasan, melainkan pelayanan yang diberikan
52. Pelanggan jangan sekali- kali makan di depan pelanggan karena dianggap perbuatan yang tidak sopan
53. Pedagang harus menempel pengumuman jika tempatnya ditutup untuk sementara waktu
54. Pedagang jangan mencari musuh karena tidak baik dalam perdagangan
55. Pedagang jangan terlalu suka dan kerap membicarakan mengenai keuntungan
56. Pedagang harus tahu membedakan keuntungan jangka pendek dan jangka panjang
57. Pedagang tidak boleh terlalu yakin, harus waspada dan berjaga- jaga
58. Pedagang sebaiknya tidak menjadikan tempat perdagangan sebagai tempat tinggal untuk keluarga bertandang dan menumpaang makan
59. Pedagang harus menyimpan cadangan dan stok barang supaya tidak terjadi kekurangan
60. Pedagang harus menepati janji dan menyelesaikan hutang
61. Pedagang tidak akan rugi jika memberikan sedikit insentif kepada pelanggan dalam bentuk potongan harga, hadiah, atau menambah berat barang yang dibeli oleh mereka
62. Pedagang tidak boleh menipu karena kepercayaan menjadi dasar utama dalam perdagangan
63. Pedagang tidak boleh menyalakan orang lain jika terjadi kerugian dan kecelakaan. Semua harus diterima dengan hati teguh
64. Pedagang harus menunjukkan situasi win- win antara dirinya dengan pelanggan. Dengan begitu hubungan mereka akan kekal dan perdagangan akan dapat bertahan
Memimpin Usaha
65. Mengetahui karakter orang akan menjamin kestabilan keuangan anda.
66. Memperlakukan orang dengan rasa hormat akan membuat anda diterima dikalangan luas dan membuat bisnis berkembang
67. Focus pada bisnis. Mengabaikan yang lama untuk mendapatkan yang baru merupakan kutukan dalam bisnis
68. Bila produk ditampilkan dengan baik, ia akan menarik perhatian orang banyak
69. Bersikap tangkas dan fleksibel: keengganan dan keraguan akan menghasilkan kesia- siaan
70. Mampu menagih pembayaran; rajin dan rewel akan memberikan keuntungan bagi perusahaan
71. Mampu mempekerjakan dan menempatkan sumber daya manusia: memilih orang yang tepat untuk pembayaran yang tepat akan menjamin bahwa orang tersebut dapat dipercaya dan diandalkan
72. Mampu berbicara: kepandaian berbicara bisa mendatangkan keuntungan dan memberikan pencerahan kepada orang lain
73. Unggul dalam pembelian: menawar sampai sekian onsnya tidak akan mengurangi modal anda
74. Mampu mendiagnosa dan menyambar peluang serta melawan ancaman: praktik bisnis yang bijaksana membutuhkan keterampilan untuk menjual dan menyimpan pada waktu yang tepat.
75. Mampu memulai dan menjadi contoh: persahabatan dan kepercayaan akan muncul secara alami jika disiplin dan standar yang tinggi ditegakkan
76. Mampu melihat jauh kedepan: kapan harus mencari lebih banyak, mengencangkan dan mengendurkan, tergantung pada situasi.
Pantangan yang harus dihindari
77. Jangan lamur dan berpandangan sempit. Orang yang lamur dan berfikiran sempit akan mencemaskan hal- hal yang kecil
78. Jangan terlalu mengagungkan kebesaran. Orang yang terlalu mengagungkan kebesaran cendrung mudah digoyahkan. Dia akan cendrung didikte oleh kejadian dan perubahan- perubahan, bukan mengendalikannya
79. Jangan ragu- ragu. Apabila orang ragu- ragu dia tidak mungkin menangkap peluang walaupun sudah di depan mata
80. Jangan malas. Orang yang malas tidak akan mau menghabiskan waktu dan usaha untuk mendiagnosa peluang dan ancaman yang muncul di lingkungannya
81. Jangan keras kepala. Keras kepala menunjukkan ketidakluwesan, ketidakmauan untuk berubah dan menyesuaikan diri
82. Jangan terlalu argumentative. Pengusaha memang perlu memiliki kepandaian berbicara agar dapat memenangkan perdebatan, adu pendapat dan kesepakatan bisnis. Tetapi jika ia terlalu argumentative, hasilnya akan berbeda. Terutama apabila ia bersikukuh untuk mempertahankan pendapat dan pandangan pribadinya, tanpa didasari fakta dan bukti konkrit.
83. Jangan mudah membuka diri. Dari sudut pandang financial, misalnya, bagian akuntansi penagihan, tidak perlu menampilkan posisi simpatik perusahaan terhadap keterlambatan pembayaran, juga tidak perlu membeberkan informasi keuangan perusahaan
84. Jangan rakus akan pinjaman. Menggunakan kredit dalam bisnis tidaklah salah, bahkan sudah merupakan cara yang biasa dalam transaksi bisnis. Tantangan sebenarnya dalam menggunakan fasilitas kredit adalah kemampuan untuk menanganinya.
85. Jangan terlibat dalam persaingan yang tidak perlu. Seorang pengusaha yang sangat berfokus tidak akan mudah tergoda dan bergegas masuk ke dalam pertempuran dengan kompetitornya.
86. Jangan melemahkan simpanan dan surplus. Prinsip ini sangat berhubungan dengan prinsip bisnis ke6, kemampuan menagih pembayaran. Jika perusahaan mampu menagih dengan tegas, maka perusahaan akan mampu menyimpan lebih banyak, dan mengakumulasikan surplus untuk mengembangkan bisnisnya
87. Jangan abaikan perubahan kondisi dan tren bisnis. Jika ia terlalu lamban, perusahaan tidak hanya akan kehilangan peluang, tetapi bisa ditimpa oleh ancamannya.
88. Jangan terlalu mengandalkan produk yang ada. Terlalu percaya pada produk yang ada akan membuat perusahaan buta akan peluang keuntungan yang bisa didapat dari produk- produk baru yang lebih baik.

bersambung ….

Incoming search terms:

135 kiat sukses orang tionghoa (388),Prinsip sukses orang tionghoa (39),prinsip dagang orang cina (37),135 prinsip sukses bisnis orang tionghoa (1) (23),prinsip hidup orang cina (22)

3 thoughts on “135 Prinsip Sukses Bisnis Orang Tionghoa (2)

  1. good,.. good…
    kalo udah melaksanakan hal tersebut dan masih biasa2 ajah gimana ???

    “Wah kayaknya harus konsisten untuk melaksanakan hal tersebut, gak boleh putus asa bos”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *